Round-Up

Kritik Datang ke Ngabalin Usai Sebut Busyro 'Otak Sungsang'

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 15 Mei 2021 07:30 WIB
Ali Mochtar Ngabalin dan Busyro Muqoddas (Repro detikcom)
Ali Mochtar Ngabalin dan Busyro Muqoddas (Repro detikcom)
Jakarta -

Kritik menyasar ke Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, setelah dirinya menyebut Busyro Muqoddas berotak sungsang. Ngabalin dinilai tak beradab.

Hal itu bermula dari pernyataan Busyro yang menilai KPK tamat di tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ngabalin tak sependapat dengan Ketua PP Muhammadiyah yang pernah menjadi Ketua KPK itu.

"Otak-otak sungsang seperti Busyro Muqoddas ini merugikan persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah dan pendidikan umat yang kuat dan berwibawa. Kenapa harus tercemar oleh manusia prejudice seperti ini," tulis Ngabalin lewat akun Instagram bercentang birunya, Kamis (13/5/2021).

"Cocoknya Mas Busyro membuat LSM antikorupsi atau masuk parpol sekalian. Rasanya Anda tidak cocok menjadi pimpinan Muhammadiyah," tulis Ngabalin.

Anwar Abbas Kritik Ngabalin

Pernyataan Ngabalin itu menuai kritik dari Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas. Menurut Anwar, Ngabalin sebagai 'pihak Istana' telah merusak citra Presiden Jokowi.

"Menurut saya, Ngabalin lebih banyak merusak citra Jokowi daripada memperbaiki citra Jokowi. Lebih banyak masfadah (kerusakan). Jokowi menjadi terkesan antikritik, padahal Jokowi menyatakan dirinya terbuka terhadap kritik," kata Anwar Abbas.

Dia menyarankan Jokowi mencari orang yang lebih tenang ketimbang Ngabalin, orang dengan pilihan diksi yang baik, sehingga Jokowi tidak dirugikan. Anwar Abbas mengaku pernah pula dinilai Ngabalin dengan diksi yang sama dengan yang dipakai Ngabalin untuk menilai Busyro.

"Saya juga pernah dikatakan Ngabalin sebagai Pak Tua yang pikirannya sungsang. Kalau saya sih nggak marah. Pak Busyro saya rasa juga nggak marah. Bagi Muhammadiyah, yang penting negara ini berjalan dengan baik," kata Anwar.

Lebih lanjut, Anwar membedah kalimat 'otak sungsang' yang digunakan Ngabalin untuk menilai Busyro. Dia tidak setuju dengan penilaian itu. Soalnya, otak Busyro terbukti jempolan. Dia pernah lolos fit and proper test Komisi III DPR dan menjadi pimpinan KPK.

"Saya melihat pernyataan Pak Busyro substantif dan ideologis, sementara pernyataan Pak Ngabalin politis," kata dia.

Ngabalin Jawab Kritik Anwar Abbas

Ngabalin menjawab kritik Anwar Abbas dengan menyebut Busyro jangan berbicara laiknya pegiat antikorupsi. Kepada Anwar Abbas pun Ngabalin mengatakan sebaiknya bergabung dengan partai politik (parpol) jika ingin berpolitik.

"Pak Busyro itu jangan memposisikan diri seperti pegiat LSM antikorupsi di PP Muhammadiyah,Anwar Abbas ya maksudnya itu (mengkritik). Sama seperti Pak Anwar Abbas, kalau mau berpolitik, masuk saja parpol, nggak usah di Muhammadiyah atau MUI. Kasihan, beliau-beliau itu kan orang baik, orang-orang terhormat," kata Ngabalin kepada wartawan, Kamis (13/5/2021).

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3