BMKG Catat Ada 4 Gempa Susulan di Nias Barat Sumut

Jeka Kampai - detikNews
Jumat, 14 Mei 2021 15:28 WIB
Ilustrasi BMKG (Eva Safitri/detikcom)
Ilustrasi BMKG (Eva Safitri/detikcom)
Padang -

Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang Nias Barat, Sumatera Utara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ada empat gempa susulan.

"Iya. Hasil monitoring kita di BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan. Sudah ada empat kali," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang Irwan Slamet saat dimintai konfirmasi, Jumat (14/5/2021).

Gempa pertama terjadi dengan magnitudo 7,2 pada pukul 13.33 WIB yang kemudian dimutakhirkan menjadi M 6,7. Gempa susulan dengan magnitudo 5,4 kemudian terjadi pada pukul 13.43 WIB.

Lalu gempa juga dirasakan pada pukul 14.01 WIB dengan kekuatan M 4,4. Lima menit kemudian atau pukul 14.06 WIB, terjadi gempa susulan dengan kekuatan M 4,4. Gempa susulan terakhir terjadi pukul 14.16 WIB dengan kekuatan magnitudo 5,0.

Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

Sementara itu, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno mengatakan gempa di Nias termasuk gempa bumi dangkal.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang berada di zona outer-rise, hal ini sesuai dengan hasil analisis BMKG yang menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme sesar turun (normal fault)," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangan tertulis.

Bambang menjelaskan guncangan gempa bumi ini dirasakan di Gunung Sitoli, Kabupaten Nias III-IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Banda Aceh III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan truk berlalu), Aek Godang, Aceh Tengah II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dipertanggungjawabkan. Masyarakat disarankan menghindari bangunan retak akibat gempa.

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," ujar Bambang.

(knv/knv)