Banjir-Longsor Landa 5 Kabupaten di RI Saat Lebaran

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 14 Mei 2021 11:37 WIB
Kondisi banjir di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Kamis (13/5). FOTO: BPBD Kabupaten Kapuas Hulu.
Foto: Kondisi banjir di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Kamis (13/5). FOTO: BPBD Kabupaten Kapuas Hulu.
Jakarta -

Bencana banjir dan tanah longsor melanda lima kabupaten di Indonesia pada hari pertama perayaan Idul Fitri 1442 Hijirah, Kamis (13/5). BNPB mengungkap bencana ini terjadi di Kalimantan Barat hingga Sulawesi Selatan.

"Menurut data yang dihimpun Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Jumat (14/5), lima wilayah kabupaten tersebut meliputi Kabupaten Tanah Bumbu dan Hulu Sungai Tengah di Kalimantan Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu di Kalimantan Barat, Kabupaten Simalungun di Sumatera Utara dan Kabupaten Wajo di Sulawesi Selatan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan tertulisnya, Jumat (14/5/2021).

Dia menjelaskan berdasarkan informasi yang dihimpun dari tiap-tiap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak setempat, rata-rata bencana tersebut terjadi setelah sebelumnya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat melanda masing-masing daerah dan memicu luapan beberapa daerah aliran sungai (DAS). Dia merinci sejumlah wilayah yang terdampak.

"Adapun rincian wilayah terdampak bencana yang pertama adalah Kabupaten Tanah Bumbu di Kalimantan Selatan. Menurut BPBD Kabupaten Tanah Bumbu, lokasi kejadian berada di Desa Sinar Bulan, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu," tuturnya.

Kondisi banjir di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Kamis (13/5). FOTO: BPBD Kabupaten Kapuas Hulu.Kondisi banjir di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Kamis (13/5). FOTO: BPBD Kabupaten Kapuas Hulu.

Berdasarkan data yang dihimpun, banjir ini berdampak pada 543 jiwa. Selain itu, setidak 27 kepala keluarga terpaksa harus mengungsi.

"Banjir yang diakibatkan oleh meluapnya DAS Santui telah berdampak pada 543 jiwa atau 135 KK dan telah memaksa sedikitnya 98 jiwa atau 27 KK mengungsi ke tempat yang lebih aman," ungkapnya.

Lebih lanjut, dia menuturkan kerugian materil yang dilaporkan meliputi 555 unit rumah terdampak, 55 hektare lahan pertanian siap panen terdampak dan ketinggian air berkisar antara 100-150 sentimeter.

Per hari ini banjir dilaporkan belum surut. Cuaca di wilayah tersebut masih mending dan berpotensi hujan.

"Hingga laporan yang diterima sampai hari ini, Jumat (14/5) pukul 08.00 WIB, banjir belum surut dan cuaca di wilayah dilaporkan mendung dan berpotensi hujan," imbuhnya.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Tanah Bumbu telah melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi terkait dan bersama tim gabungan juga melakukan evakuasi para warga terdampak banjir. Ada enam desa di Kecamatan Haruyan yang terdampak banjir.

"Kemudian, berdasarkan laporan yang dihimpun dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, sedikitnya ada enam desa di Kecamatan Haruyan yang terdampak banjir dari meluapnya DAS Haruyan. Adapun keenam desa tersebut meliputi Desa Haruyan Seberang, Desa Haruyan, Desa Lok Buntar, Desa Pengambau Hilir Dalam, Desa Pengambau Hilir Luar dan Desa Mangunang," jelasnya.

Dia memaparkan bahwa ada sedikitnya ada 629 KK yang terdampak oleh banjir dengan Tinggi Muka Air 25-30 sentimeter. Berdasarkan laporan terkini, banjir telah surut dan cuaca berawan. Beberapa warga yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing dan membersihkan sisa material lumpur akibat banjir.

Tonton juga Video: Pesan Tersirat Jokowi Untuk Keluarga Korban Tambang Ilegal Sumbar

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2