Jimly Asshiddiqie Khatib Salat Id Masjid Sunda Kelapa, Ceramah soal Kebebasan

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Kamis, 13 Mei 2021 10:33 WIB
Jakarta -

Jimly Asshiddiqie hadir menjadi khatib salat Idul Fitri 1442 H di Masjid Agung Sunda Kelapa pagi ini. Jimly memberi ceramah mengenai kebebasan yang tak dikelola baik mengancam persatuan.

"Jika suasana kebebasan ini tidak dapat dikelola dengan baik atau malah disalahgunakan oleh orang yang merasa bertanggung jawab, maka kebebasan dengan mudah dapat merobek persatuan dan semangat persaudaraan dalam perikehidupan bersama," kata Jimly dalam ceramahnya di Masjid Agung Sunda Kelapa, Kamis (13/5/2021).

Dia lalu bicara soal kebebasan tak terkendali yang juga dapat membuat semakin lebarnya kesenjangan antara kaum miskin dengan kaum kaya. Akibat kebebasan yang tak terkendali juga, lanjut Jimly, berpotensi melebarkan kesenjangan antara pihak yang tak punya kuasa dan pihak berkuasa.

"Maka, kebebasan yang tidak terkendali atau kebebasan yang disalahgunakan dengan sendirinya akan mengakibatkan makin melebarnya jarak pemisah atau jurang kesenjangan dan ketimpangan antara yang kaya dengan yang miskin, dan antara mereka yang berkuasa dengan yang tidak berkuasa," tutur dia.

Jimly menyampaikan, oleh sebab itu, dia mengajak umat memaknai Idul Fitri sebagai momen persatuan. Dia mengajak umat membangun silaturahmi seluas-luasnya untuk memajukan bangsa.

"Untuk itu, Idul Fitri adalah momentum untuk menyatukan langkah, dengan diawali oleh kefitrahan diri kita masing-masing untuk membangun jaringan silaturahim yang luas dan meluas untuk kemajuan bangsa di masa mendatang," ungkap Jimly.

Sementara itu, salah satu jemaah salat Id di Masjid Agung Sunda Kelapa, yakni Supriyadi (26), mengaku bersyukur. Supriyadi, yang batal mudik ke daerah asal, Bengkulu, merasa senang bisa melaksanakan salat Id berjemaah.

"(Alasan salat Id di Masjid Agung Sunda Kelapa, red) karena nggak bisa mudik. Alhamdulillah tahun ini masih bisa Idul Fitri berjemaah," kata Supriyadi.

Supriyadi juga mengaku merasa aman melaksanakan salat Id di Masjid Agung Sunda Kelapa karena ketatnya protokol kesehatan. "Protokol kesehatan tentunya untuk menjaga diri kita sendiri dan orang lain," ujar dia.

Supriyadi pun mengungkapkan dirinya lebih merasa khidmat ketika salat Id dapat dilakukan berjemaah. "Karena kalau saya sendiri merasa ada yang kurang kalau salat Id tidak berjemaah, apalagi tahun lalu tidak boleh. Berbeda sekali dengan tahun lalu, lebih meriah rasanya," ujarnya.

Jemaah lainnya, Lintang (30), turut merasakan aman melaksanakan salat Id di Masjid Agung Sunda Kelapa meski di tengah pandemi. Hal itu disebabkan pihak masjid yang, menurutnya, menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

"Kalau tahun lalu kan masih agak trauma kan, tapi kalau tahun ini sudah merasa lebih aman, karena sudah banyak yang sadar juga untuk menjaga prokes," kata Lintang.

(aud/aud)