Ratusan Warga Polman Sulbar Ikuti Takbir Keliling dan Pawai Obor

Abdy Febriady - detikNews
Kamis, 13 Mei 2021 02:35 WIB
Polewali Mandar -

Ratusan Ratusan warga Desa Riso, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan takbir keliling. Selain itu, warga juga turut menggelar pawai obor.

Rute takbir keliling yang dilakukan warga hanya seputar kampung mereka saja. Takbir keliling itu diikuti oleh semua kalangan, baik orang dewasa maupun anak-anak.

Selain bertakbir, warga juga melantunkan salawat saat pawai obor keliling kampung. Salah seorang warga, Rani mengaku kegiatan pawai obor baru pertama kali dilakukan.

"Pendapat saya tentang kegiatan ini sangat menyenangkan, karena ini barusan dilaksanakan, sangat membangkitkan semangat buat kita semua, bisa memberikan motivasi," katanya kepada wartawan, Rabu (12/5/2021) malam.

Rani berharap kegiatan semacam ini terus terlaksana setiap tahunnya. "Karena ini untuk memeriahkan kampung dalam rangka malam takbiran, menyambut hari raya Idul Fitri, '' katanya.

Selain itu, ada juga atraksi menyemburkan minyak ke obor. Hal itu membuat warga semakin tertarik mengikuti acara tersebut.

Meski demikian, sejumlah warga nampak abai dalam menerapkan protokol. Mereka nampak tak menjaga jarak dan tidak menggunakan masker.

Sebelumnya, pemerintah melarang takbir keliling di malam Idul Fitri. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, putusan itu diambil lantaran takbir keliling berpotensi menimbulkan kerumunan.

"Malam takbir Idul Fitri nanti, kita tahu bahwa takbiran ini jika dilakukan secara, yang sudah dari beberapa daerah, dengan cara berkeliling ini akan berpotensi menimbulkan kerumunan-kerumunan, dan ini artinya membuka peluang untuk penularan virus COVID-19. Oleh karena itu kami juga memberikan pembatasan terhadap kegiatan takbir ini, takbir keliling kita tidak perkenankan," kata Yaqut dalam jumpa pers virtual, Senin (19/4/2021).

Kendati demikian, Yaqut menekankan bukan berarti gelaran takbiran dilarang. Takbiran hanya boleh dilakukan di dalam masjid atau musala, itupun dengan kapasitas maksimal 50 persen.

"Silakan takbir dilakukan di dalam masjid atau mushola, supaya sekali lagi, menjaga kita semua, kesehatan kita semua dari penularan COVID-19. Itupun tetap dengan pembatasan 50% dari kapasitas masjid atau musala," ujarnya.

(man/man)