Khofifah & Walkot Mojokerto Cek Masjid Agung, Minta Warga Patuh Prokes

Nurcholis Maarif - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 20:18 WIB
Pemkot Mojokerto
Foto: dok. Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau kesiapan pelaksanaan salat Idul Fitri 1442 H di Masjid Agung Al Fattah Mojokerto sore tadi. Ning Ita, sapaannya, juga menjelaskan kondisi terkini PPKM Mikro di Kota Mojokerto kepada Khofifah.

Ia mengatakan sinergitas antara Satuan Gugus Tugas COVID-19 serta warga Kota Mojokerto mampu menurunkan angka COVID-19 di Kota Mojokerto. Menambahkan pesan dari Khofifah, Ning Ita meminta warga Kota Mojokerto untuk tidak memaksakan diri untuk salat Idul Fitri di tempat-tempat tertentu, seperti di Masjid Agung. Ia juga meminta warga mematuhi protokol kesehatan dan aturan yang telah ditetapkan.

"Saat ini kita masih dalam masa pandemi COVID-19. Namun, alhamdulillah dibanding tahun lalu pada tahun ini kita sudah bisa melaksanakan salat Idul Fitri secara berjemaah di masjid atau lapangan. Untuk itu kami mohon kepada warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan serta aturan-aturan yang telah ditetapkan," tutur Ning Ita dalam keterangan tertulis, Rabu (12/55/2021).

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan salat Idul Fitri. Selain penerapan protokol kesehatan, yang perlu menjadi perhatian adalah jumlah jemaah, proses jemaah masuk ke masjid, termasuk tempat untuk menyimpan sandal atau sepatu. Ia juga meminta agar warga melaksanakan salat Id di masjid atau lapangan dekat rumah.

"Titik-titik yang potensial kemungkinan terjadinya kerumunan itu memang harus betul-betul diantisipasi," ujar Khofifah.

"Kami mohon calon jemaah salat Idul Fitri carilah masjid dan lapangan terdekat dari rumah tinggal, itu menjadi penting. Ada kekhawatiran misalnya berangkatnya pas-pasan, ternyata kena sekat di mana-mana dan malah tidak bisa salat," jelasnya.

Khofifah juga mengimbau agar warga berkomunikasi dengan penyelenggara PPKM Mikro, yaitu Satgas COVID-19 di lini paling bawah, baik itu RT, RW, kepala desa atau lurah serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas terkait tempat penyelenggaraan salat Id.

Khofifah juga menyampaikan saat ini di Jawa Timur tidak ada zona merah. Untuk itu kepada seluruh masyarakat ia meminta untuk bisa sabar dan ikhlas untuk mengikuti format ini. Masyarakat juga diminta harus melakukan kewaspadaan berlapis termasuk pasca-salat Id dengan tidak melakukan silaturahmi unjung-unjung.

"Silaturahmi bisa dilakukan secara virtual. Insyaallah tidak akan mengurangi makna silaturahim dari kita," pungkasnya.

Sebagai informasi, pengecekan Masjid Agung Al Fattah Mojokerto oleh Khofifah tersebut juga didampingi Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, dam Plh. Sekdaprov Heru Tjahjono. Lalu turut hadir mendampingi Ning Ita antara lain Wakil Wali kota Achmad Rizal Zakaria, Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf. Dwi Mawan Sutanto, Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi, dan jajaran Kepala OPD Pemerintah Kota Mojokerto.

(prf/ega)