Bicara Konflik di Papua, Pangdam Kasuari Prihatin Ada Oknum Berkhianat

Herianto Batubara - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 20:05 WIB
Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen I Nyoman Cantiasa
Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen I Nyoman Cantiasa (Dok. Kodam Kasuari)
Jakarta -

Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen I Nyoman Cantiasa berbicara soal perjuangan bangsa mempertahankan kedaulatan NKRI. Terkait persoalan di Papua, dia mengaku prihatin karena saat ini justru ada oknum yang berkhianat.

Mayjen I Nyoman Cantiasa mengatakan Indonesia bisa rukun, bisa ada toleransi yang luar biasa karena Pancasila yang memiliki nilai ketuhanan dan nilai kemanusiaan. Semua dipersatukan oleh Bhinneka Tunggal Ika, berbeda beda namun kita tetap satu.

Menurutnya, semangat itu harus terus ditularkan ke anak hingga cucu. Jangan egois terkait dengan suku bangsa.

"Oleh karenanya, kalau dahulu di kala sesepuh, pejuang, pahlawan, senior kita memperebutkan Papua ini dengan darah dan air mata melalui perang, lalu sekarang ada oknum, anak cucu yang berkhianat, berseberangan dengan NKRI, maka itu sungguh sangat memprihatinkan," kata Mayjen I Nyoman Cantiasa dalam rilis, Rabu (12/5/2021).

Pernyataan tersebut diungkapkannya di agenda silaturahmi di Makodam XVIII/Kasuari, Trikora Arfai 1, Manokwari, Papua Barat, Selasa (11/5). Agenda ini mengangkat tema 'Melalui forum silaturahmi Keluarga Besar TNI, perkuat Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa dalam rangka menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI'.

Dalam acara ini hadir para pengurus dan anggota berbagai organisasi yang tergabung dalam Keluarga Besar TNI (KBT).

"Kita ini adalah negara hukum. Untuk itu, hukum tersebut harus ditegakkan dan hukum juga harus berjalan baik. Untuk itu, kita harus terus sampaikan kepada saudara-saudara kita agar sadar terhadap hukum. Hal ini harus terus kita sosialisasikan," ucapnya.

Lebih lanjut disampaikan Mayjen I Nyoman Cantiasa, KBT dibentuk dalam rangka berpartisipasi, berkontribusi mengamankan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Selain itu, KTB turut menyukseskan pembangunan nasional, membantu TNI menjaga stabilitas keamanan, dan menyejahterakan masyarakat, karena kedamaian itu harus diciptakan.

"Mari kita bangun strategi komunikasi ini yang konstruktif, membangun, dan membuat langkah-langkah strategis untuk selalu berkoordinasi, berkolaborasi dan bersatu. Mari kita tingkatkan wawasan kebangsaan, cinta Tanah Air, bela negara kepada anak-anak, generasi muda kita. Dan yang paling penting, mari kita terus berkolaborasi dalam mengatasi konflik-konflik di tanah Papua ini. Terakhir, mari kita terus laksanakan protokol kesehatan dengan melaksanakan 3M," tutup Pangdam Kasuari.

Sementara itu, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di wilayah Manokwari, Indah Suad, menyebut forum pertemuan anggota KBT dengan Pangdam XVIII/Kasuari bukan semata-mata untuk bersilaturahmi. Menurutnya, ini juga penting untuk memberi dorongan kepada para generasi muda agar bisa memahami dan mengerti nilai-nilai perjuangan bangsa, cinta Tanah Air, mencintai negeri ini, dan tetap berjiwa patriot, selalu berjuang untuk mempertahankan NKRI, serta tidak sekalipun mengkhianati bangsa dan negara.

"Pada kesempatan ini, saya berharap kepada para generasi penerus untuk tetap bangkit, terima estafet perjuangan kami para pejuang untuk membangun negara dan memakmurkan bangsa ini," ujarnya.

Acara yang dihadiri oleh Kasdam XVIII/Kasuari Brigjen TNI Djoko Andoko, Irdam, Kapok Sahli Pangdam, dan para pejabat Kodam XVIII/Kasuari lainnya ini diakhiri dengan penyerahan bingkisan dari Kodam untuk para pengurus dan anggota KBT, yang diserahkan secara simbolis oleh Pangdam kepada Ketua LVRI dan Ketua PERIP (Persatuan Istri Purnawirawan TNI-Polri), yang dilanjutkan dengan foto bersama, yang diikuti oleh para pengurus dan anggota KBT wilayah Papua Barat (LVRI, PERIP, PEPABRI, PIVERI, PPAD, FKPPI, dan HIPAKAD).

Lihat juga video 'Polri Libatkan Densus 88 untuk Tumpas KKB Papua':

[Gambas:Video 20detik]

(hri/aud)