detikKultum Gus Miftah: Kembali Suci di Idul Fitri

Rahma Indina Harbani - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 17:30 WIB
Jakarta -

Hari ini kita sudah memasuki hari terakhir puasa di bulan Ramadhan. Sebab pemerintah sudah menetapkan bahwa Hari Raya Idul Fitri akan jatuh pada hari Kamis (13/5/2021) besok.

Dalam suatu hadits dari Abu Hurairah Rasulullah SAW pernah bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan keikhlasan maka akan terlepas dari dosa-dosanya sehingga menjadi bersih kembali seperti bayi yang baru dilahirkan dari rahim ibunya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Gus Miftah memaparkan seseorang yang berpuasa selama sebulan penuh kemarin dengan penuh iman dan keikhlasan, saat Ramadhan berakhir ia seolah-olah seperti bayi yang dilahirkan.

Sebab ia akan memasuki Hari Raya Idul Fitri yang mana 'Id' berarti kembali dan 'Fitri' artinya suci.

Pribadinya menjadi menyenangkan, kemudian akhlaknya menyenangkan pula hingga terpancar ketulusan dari wajahnya, dan terpancar keikhlasan dari dalam hatinya.

"Karena di bulan puasa ini kita melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan-larangan-Nya," tutur Gus Miftah dalam detikKultum detikcom, Rabu (12/5/2021).

"Artinya bonus dari orang berpuasa adalah kita kembali diberikan kesucian oleh Allah SWT," imbuhnya.

Setelah Ramadhan, kita akan memasuki bulan Syawal. Arti Syawal sendiri adalah meningkat yang berarti amal kita di bulan Syawal seharusnya lebih meningkat dibanding bulan Ramadhan.

Lebih lanjut, pimpinan pondok pesantren Ora Aji ini mengingatkan kita semua untuk menjaga konsistensi dan keberlanjutan ibadah kita.

"Sehingga latihan-latihan yang kita lakukan di bulan Ramadhan , masih bisa lakukan di luar bulan Ramadhan. Bahkan kita tingkatkan standar kualitas dan kuantitasnya," terang Gus Miftah.

Selengkapnya detikKultum bersama Gus Miftah: Zakat Fitrah Tabungan Akhirat DI SINI.

(erd/erd)