Waduh! Banyak yang Palsukan Surat Sakit demi Ajukan SIKM Keluar Jakarta

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 13:19 WIB
Foto udara kendaraan pemudik memutarbalik saat melintasi posko penyekatan mudik di Tanjungpura, Karawang, Jawa Barat, Rabu (12/5/2021) dini hari. Petugas gabungan memutarbalikkan pemudik yang melintasi pos penyekatan pada H-1 Hari Raya Idul Fitri 1442 H. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/nz
Ilustrasi penyekatan mudik (Foto: ANTARA FOTO/Muhamad Ibnu Chazar)
Jakarta -

Hampir 4.000 pengajuan surat izin keluar masuk (SIKM) diterima oleh Pemprov DKI tapi hanya sepertiganya yang diterbitkan. Banyak alasan pengajuan SIKM ditolak, salah satunya karena menggunakan surat sakit palsu.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta Benni Aguscandra mengatakan pihaknya meneliti dengan saksama setiap pengajuan SIKM. Mirisnya, ada pemohon yang memakai surat palsu demi mendapatkan SIKM.

"Setelah dilakukan penelitian administrasi dan penelitian teknis perizinan SIKM, banyak ditemukan surat dokter dan dokumen lainnya yang ditempel dengan tulisan atau dipalsukan oleh pemohon. Dan kami pun melakukan autentikasi ke instansi/faskes terkait. Jika permohonan tersebut tidak sesuai perundangan dan melanggar prosedur, jelas kami tolak," kata Benni dalam keterangan tertulis seperti dikutip pada Rabu (12/5/2021).

Jangan berani-berani memalsukan dokumen untuk mengajukan SIKM. Benni mengingatkan pemalsuan surat atau manipulasi informasi elektronik dan atau dokumen elektronik dapat dikenai Pasal 263 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 6 tahun penjara dan/atau Pasal 35 dan Pasal 51 ayat 1 UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp 12 miliar.

Sejak larangan mudik diberlakukan, tercatat 3.888 warga mengajukan permohonan SIKM. Hingga 10 Mei 2021 pukul 18.00 WIB, hanya 1.546 SIKM yang berhasil diterbitkan, sedangkan 2.094 ditolak dan sisanya masih dalam proses.

Kunjungan keluarga sakit menjadi kriteria terbanyak yang diajukan, yakni mencapai 2.467 permohonan. Kemudian, kunjungan duka keluarga sebanyak 943 permohonan, ibu hamil dengan 1 anggota keluarga sebanyak 298 permohonan dan kepentingan persalinan dengan 2 anggota keluarga sebanyak 180 permohonan.

Sedangkan provinsi tujuan yang diajukan pemohon terbanyak perinciannya 906 permohonan ke Jawa Tengah, 675 ke Jawa Barat, dan 274 ke Jawa Timur.

Simak video 'Komplotan Pembuat Surat Bebas Corona Pemudik di Surabaya Terbongkar!':

[Gambas:Video 20detik]



(imk/hri)