Novel Baswedan: Perjuangan Antikorupsi Seperti Dimusuhi di Negeri Sendiri

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 08:37 WIB
Novel Baswedan
Novel Baswedan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Penyidik senior KPK Novel Baswedan masuk daftar 75 pegawai KPK yang dinonaktifkan lantaran tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK). Novel Baswedan mengungkapkan perihal perjuangan melawan korupsi di dalam negeri.

Hal itu diungkap Novel Baswedan melalui akun Twitter @nazaqistsha, seperti dilihat detikcom, Rabu (12/5/2021). Novel menanggapi cuitan warganet yang menyebut Novel pernah mendapatkan penghargaan internasional terkait pemberatan korupsi.

"Apa nggak aneh, perjuangan antikorupsi seperti dimusuhi di negeri sendiri, justru dihormati di internasional," tulis Novel.

Novel Baswedan bersama 74 pegawai KPK sebelumnya dinyatakan tidak lolos TWK dan telah resmi dinonaktifkan. Novel dkk menyebut akan 'melawan'.

"Nanti ada tim kuasa hukum dari koalisi sipil yang ingin melihat itu, karena agak lucu juga, SK-nya kan SK pemberitahuan hasil asesmen, tapi kok di dalamnya menyebut menyerahkan tugas dan tanggung jawab, bukan pemberhentian lho," kata Novel kepada wartawan, Selasa (11/5).

Novel menilai penonaktifan 75 pegawai KPK yang gagal dalam TWK bukan proses yang wajar. Menurutnya, hal itu merupakan upaya yang sistematis ingin menyingkirkan orang yang bekerja baik untuk negara.

"Ini bahaya, maka sikap kami jelas: kami akan melawan!," tegasnya.

Tonton video 'Blak-blakan Feri Amsari, 'Ada Dendam Pribadi Firli ke Novel Cs'':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2