Sepak Terjang Novel Baswedan yang Akhirnya Dinonatifkan Pimpinan KPK

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 18:29 WIB
Penyidik KPK Novel Baswedan memenuhi panggilan Komisi Kejaksaan (Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Penyidik KPK nonaktif Novel Baswedan (Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Jakarta -

Penyidik senior KPK Novel Baswedan bersama 74 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) telah resmi dinonaktifkan. Sebelum dinonaktifkan, ada beragam tantangan yang menghadang Novel Baswedan dalam membongkar kasus korupsi, dari dipolisikan hingga disiram air keras.

Novel Baswedan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) pada 1998. Tahun 2004 Novel menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu berpangkat komisaris.

Namun kepolisian pernah menjerat Novel Baswedan dalam kasus penembakan tersangka pencurian sarang walet. Kala itu dia masih bertugas di Polres Bengkulu. Kemudian, pada Mei 2015, Novel ditangkap di kediamannya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Sidang etik Polri pada 2004 telah menyimpulkan bahwa Novel bukanlah pelakunya.

Novel diangkat menjadi penyidik tetap KPK pada 2014. Karir Novel terbilang cemerlang di KPK. Dia termasuk yang berjasa membawa pulang mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dari pelariannya di Kolombia.

Novel juga mengungkap kasus Wisma Atlet yang turut menyeret mantan anggota DPR Angelina Sondakh.

Novel juga menjebloskan Nunun Nurbaeti ke penjara terkait kasus suap cek pelawat pada pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004.

Selain itu, dia membongkar kasus jual-beli perkara pemilukada dengan keterlibatan mantan Ketua MK Akil Mochtar.

Peran Novel sebagai ketua tim penyidik dalam kasus dugaan korupsi simulator SIM berhasil menyeret sejumlah nama petinggi Polri seperti mantan Kakorlantas Polri Irjen Djoko Susilo. Peristiwa ini membuat panas hubungan antara KPK dan Polisi.

Pada 11 Maret 2017, Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal. Kedua matanya pun rusak parah. Novel pun harus berobat di Singapura.

Penyiram mata Novel divonis 2 tahun penjara. Pelaku terbukti melanggar Pasal 353 ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Simak juga 'Tes Wawasan Kebangsaan KPK Dinilai untuk Mengusir Pegawai Senior':

[Gambas:Video 20detik]