Cerita Bayi di Tengah Kerumunan Pemudik dan Dilema Polisi Lakukan Penyekatan

Karin Nur Secha - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 17:08 WIB
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menyisir Jalan Medan Merdeka Selatan (Sachril Agustin/detikcom)
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo (Sachril Agustin/detikcom)
Jakarta -

Banyaknya warga yang nekat mudik membuat pos penyekatan di Kedungwaringin, Bekasi, selama dua hari terakhir ini 'dijebol'. Di sisi lain, pemeriksaan di pos penyekatan menimbulkan kemacetan sehingga polisi terpaksa meloloskan para pemudik.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo bicara dilema dalam upayanya melakukan penyekatan. Sambodo mengatakan pihaknya terpaksa melakukan diskresi membuka penyekatan karena pemeriksaan justru menimbulkan kerumunan.

Belum lagi para pemudik banyak di antaranya yang kondisinya rentan. Ada pula sebagian pemudik yang membawa bayi sehingga demi kemanusiaan polisi membuka penyekatan.

"Lagi pula banyak pemudik dari mereka yang bawa anak bayi dan sebagainya. Oleh sebab itu, kami lakukan diskresi oleh kepolisian untuk kemudian secara bertahap membuka penyekatan untuk kemudian mereka bisa lolos hanya sekadar untuk memecah kerumunan," jelas Sambodo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/5/2021).

Di satu sisi, Sambodo mengaku pihaknya tidak bisa melakukan upaya paksa terhadap para pemudik seperti halnya terhadap pengunjuk rasa anarkis. Operasi Ketupat Jaya yang sejatinya adalah operasi kemanusiaan lebih mengedepankan upaya persuasif dan humanis.

"Karena mereka juga tidak mungkin kita paksa, dorong karena mereka bukan pengunjuk rasa. Jadi tetap malam itu kita lakukan dengan persuasif dan sebagainya,"

Maka, sebesar apa pun kekuatan polisi tidak akan bisa membendung keinginan masyarakat yang akan mudik, karena yang terpenting bukanlah berapa kekuatan polisi, melainkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tidak mudik demi mencegah penularan virus Corona.

"Seberapa besar pasukan kita terjunkan yang kita butuhkan adalah kesadaran kolektif masyarakat untuk sama-sama mau mematuhi anjuran pemerintah untuk tidak mudik," katanya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Lihat juga Video: Masih Banyak Kendaraan yang Diputarbalikkan di Kedungwaringin

[Gambas:Video 20detik]


Selanjutnya
Halaman
1 2