Anggota TNI di Maluku Diserang Pria Mabuk, Alami Cedera Kepala

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 15:15 WIB
Pria mabuk yang pukul anggota TNI di Maluku Barat Daya
Pria mabuk yang pukul anggota TNI di Maluku Barat Daya (dok. Polres Maluku Barat Daya)
Maluku Barat Daya -

Pratu Ahmad Rizal Assel, anggota TNI BKO Satgas Pamputer 743 SNS, menjadi korban penyerangan pria mabuk. Pratu Ahmad Rizal Assel diserang usai menumpang jaringan Wifi di SMP Abusur, Kecamatan Pp Terselatan, Maluku Barat Daya, Maluku.

"Anggota TNI BKO Satgas Pamputer 734 SNS atas nama Pratu Ahmad Rizal Assel keluar dari posnya dengan izin melaksanakan salat tarawih di Masjid Al Muhajirin, Desa Kota Lama. Dan selesai salat tarawih, korban menuju Ke Desa Abusur untuk menggunakan fasilitas Wifi SMP Abusur," kata Kapolres Maluku Barat Daya, AKBP Budi Adhy Buono, kepada detikcom, Selasa (11/5/2021).

Setelah menggunakan fasilitas Wifi di sekolah tersebut, Pratu Ahmad Rizal Assel hendak kembali ke pos. Namun di tengah jalan bertemu penduduk setempat.

"Setelah selesai menggunakan Wifi, yang bersangkutan hendak pulang ke pos dengan berjalan kaki sekitar 30 meter dari kendaraan. Pada saat sedang berjalan, yang bersangkutan bertemu dengan saudara Niko Katipana," jelas Budi.

Niko kemudian bertanya kepada Pratu Ahmad Rizal Assel hendak ke mana dan dijawab oleh korban bahwa dirinya menuju pos. Di tengah percakapan antara Pratu Ahmad Rizal Assel dan Niko, muncul 6 pria mabuk dari lokasi pesta.

"Enam orang pemuda dari arah tempat acara pesta dalam kondisi sudah mengkonsumsi alkohol dengan sikap ancaman dan mau melakukan tindakan penganiayaan. Tiba-tiba Korban yang sementara duduk di atas kendaraan, dan kemudian wajah korban disenter dengan lampu blitz HP dari arah belakang korban," terang Budi.

Budi menuturkan, saat Pratu Ahmad Rizal Assel berbalik ke arah lampu blitz, dia dipukul tiba-tiba dengan batu. Pratu Ahmad Rizal Assel kemudian melarikan diri dan bersembunyi di rumah warga sambil menghubungi rekannya.

"Dan ketika korban membalikkan kepala korban ke arah belakang, kemudian korban dipukuli dari arah belakang dengan menggunakan sebuah batu. Mengenai belakang kepala korban dan kemudian korban turun dari kendaraan korban dan korban berlari mencari pertolongan di rumah warga dan menghubungi rekan korban," ujar Budi.

Pratu Ahmad Rizal Assel, lanjut Budi, kemudian dievakuasi ke Puskesmas Wonreli untuk mendapat pertolongan pertama. "Korban mengalami Luka robek pada bagian belakang kepala sebelah kiri dan dijahit 7 jahitan," ucap Budi.

Polisi kemudian menyelidiki identitas pelaku, yakni Semi Frans. Pelaku ditetapkan sebagai tersangka.

"(Jeratan pasal) primer Pasal 353 ayat 1 subsider Pasal 351 ayat 1, Karena tersangka sudah ada niat untuk memukul korban dilihat dari selang waktu tersangka menyiapkan dan mempertimbangkan niatnya untuk memukul korban," ungkap Budi.

(aud/tor)