Ratusan Anak Buah Anies Tak Ikut Lelang Jabatan, Ketua DPRD Cium Keanehan

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 12:40 WIB
ASN di Balai Kota DKI Jakarta.
ASN di Balai Kota DKI Jakarta. (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mempertanyakan alasan di balik tidak bersedianya ratusan anak buah Gubernur Anies Baswedan mengikuti seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II. Prasetio menyoroti adanya permasalahan dalam pola birokrasi dan regenerasi di lingkungan Pemprov DKI.

"Kalau seperti itu kejadiannya memang aneh. Artinya, ada yang salah pada tatanan birokrasi dan regenerasi yang berjalan di Pemprov DKI Jakarta. Masa ada ratusan orang nggak mau menduduki jabatan, ini ada apa?" kata Prasetio dalam keterangan tertulis, Selasa (11/5/2021).

Politikus PDIP itu menilai saat ini Pemprov DKI Jakarta sangat membutuhkan pejabat eselon II dengan status definitif untuk menggerakkan mesin pelayanan masyarakat di Ibu kota. Pasalnya, hingga kini ada belasan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) kosong yang hanya dijabat pelaksana tugas (Plt).

Prasetio mencontohkan jabatan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, hingga Wali Kota Jakarta Selatan yang masih diisi oleh Plt.

"Sementara dengan status Plt si pejabat cuma memiliki kewenangan terbatas. Lalu bagaimana bisa kerja optimal, bagaimana bisa melayani warga, merampungkan RPJMD dan sebagainya," ujarnya.

Politikus yang kerap disapa Pras ini meminta Pemprov DKI Jakarta meninjau ulang pelaksanaan birokrasi dan regenerasi yang telah berlangsung. Ia menyebut upaya tersebut penting dan mendesak dilakukan demi pemulihan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Jakarta yang masih dilanda pandemi COVID-19.

"Introspeksi diri itu penting. Sejak lama saya sudah ingatkan yang baik teruskan dan lanjutkan untuk lebih baik lagi, jangan yang sudah baik diacak-acak," jelasnya.

Sebelumnya, Anies merasa malu lantaran ada instruksi seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II tak dijalankan oleh 239 ASN. Anies mengumpulkan anak buahnya yang bermasalah di lapangan Balai Kota.

"Kita, saya dan Anda, berseragam, membawa perintah konstitusi di dalam sebuah birokrasi. Ketaatan terhadap perintah menjadi penting dan bila perintah tak bisa dilaksanakan, maka laporkan tak bisa dilaksanakan, bukan diam berharap tak jadi masalah. Ini masalah. Ini masalah Bapak-Ibu. Dan yang dikumpulkan di sini yang bermasalah," kata Anies, Senin (10/5/2021).

Anies meminta jajarannya agar seluruh instruksi dijalankan dengan baik. Anies sudah meminta Inspektorat DKI membuat daftar nama ASN yang bekerja tanpa memperhatikan instruksi.

Tonton juga Video: Danny Pomanto Temui Pj Walkot Makassar, Bahas Lelang Jabatan Kadis

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)