2 Kali Pernyataan Jokowi di Acara Kemendag Jadi Kontroversi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 11:32 WIB
Presiden Joko Widodo pagi ini akan membuka rapat kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2018 di Istana Negara, Rabu (31/1/2018). Raker yang membahas akselerasi ekonomi di dunia digital.
Foto: Presiden Jokowi saat membuak Raker 2018 di Kemendag (Rengga Sancaya)
Jakarta -

Tercatat sudah dua kali Presiden Joko Widodo (Jokowi) melontarkan pernyataan yang memicu polemik dalam acara Kementerian Perdagangan (Kemendag). Kedua pernyataan tersebut kemudian juga diluruskan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) M Lutfi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah meminta seluruh pemangku kepentingan untuk mengagungkan cinta produk Indonesia. Bukan hanya itu dia juga meminta agar didorong kampanye untuk benci produk asing.

Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021, dilansir dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (4/3/2021).

"Branding harus melekat agar masyarakat lebih mencintai produk Indonesia dibandingkan produk luar negeri. Karena penduduk Indonesia, penduduk kita berjumlah lebih dari 270 juta jiwa. Seharusnya adalah konsumen yang paling loyal untuk produk-produk sendiri," ucapnya.

Menurutnya 270 juta jiwa merupakan pasar yang sangat besar bagi sebuah negara. Pasar tersebut harus dijaga agar tidak dikuasai oleh produk-produk asing.

Oleh karena itu Jokowi meminta untuk kembali digaungkan cinta produk Indonesia ditambah juga dengan benci produk asing.

"Ajakan-ajakan untuk cinta produk-produk kita sendiri, produk-produk Indonesia harus terus digaungkan. Produk-produk dalam negeri gaungkan! Gaungkan juga benci produk-produk dari luar negeri," tegasnya.

"Bukan hanya cinta, tapi benci. Cinta barang kita, benci produk dari luar negeri!" tambah Jokowi.

Dengan begitu, Jokowi yakin masyarakat Indonesia yang begitu besar akan menjadi konsumen yang loyal terhadap produk-produk Indonesia sendiri.

Pernyataan Presiden Jokowi ini kemudian menjadi polemik. Pasalnya, saat ini masih banyak produk luar negeri yang dipakai oleh Indonesia.

Guna meredam polemik ini, Mendag Lutfi menjelaskan awalnya dia yang menceritakan isi artikel dari World Economic Forum (WEF) mengenai produk hijab buatan lokal diadopsi oleh platform perdagangan online (e-commerce) asing dan berujung pada penjualan produk yang sama dengan harga yang lebih murah di Indonesia.

Cara-cara seperti itu, Lutfi menjelaskan, dikenal dengan istilah predatory pricing. Konsep ini juga sangat dilarang oleh dunia perdagangan internasional.

"Ini yang sebetulnya dibenci Pak Jokowi. Aksi-aksi ini yang sebenarnya yang tidak boleh ini yang dibenci," kata Lutfi dalam acara Rapat Kerja Nasional HIPMI 2021 secara virtual, Jumat (5/3/2021).

Simak video 'Ramai Video Jokowi Dinarasikan Mudik, Istana Membantah':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2