Akhir Jejak Pembunuh Ibu dan 2 Anak Gegara Utang di Sulteng

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 10:53 WIB
Kursi terdakwa di pengadilan
Foto: Ilustrasi ruang sidang (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Negeri (PN) Parigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Muhammad Arsyat. Pemuda 22 tahun ini terbukti membunuh seorang ibu, Nisma Anas serta dua anaknya, IM (11) dan RH (11). Sebelumnya, jaksa menuntut hukuman mati terhadap Muhammad Arsyat.

Kasus bermula saat Muhammad Arsyat memiliki utang kepada Nisma, yang merupakan tetangganya di Desa Sieno, Kecamatan Toribulu. Saat utangnya ditagih Nisma, Muhammad Arsyat tersinggung dan merencanakan pembunuhan.

Pada 17 Juli 2020 malam, Muhammad Arsyat mengendap-endap masuk ke rumah Nisma. Anak Nisma, IM yang mendapati Muhammad Arsyat langsung ditusuk dengan badik. Sejurus kemudian, Muhammad Arsyat juga menusuk RH hingga tersungkur.

Muhammad Arsyat dengan gelap mata masuk ke dapur dan mendapati Nisma. Dalam hitungan detik, Muhammad Arsyat menusuk perut Nisma berkali-kali. Mendapati tiga korban terkapar besimbah darah, Muhammad Arsyat langsung ambil langkah seribu lari ke arah pegunungan.

Ketiga korban itu ditemukan keluarganya keesokan harinya dan membuat seluruh desa geger. Diam-diam, Muhammad Arsyat tidak tenang dalam pelarian di hutan dan menyerahkan diri ke aparat kepolisian. Akhirnya, Muhammad Arsyat diproses secara hukum dan diadili di PN Parigi.

"Menyatakan Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana dakwaan alternatif kesatu Penuntut Umum. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara seumur hidup," ucap majelis yang diketuai Dwi Sugianto dengan anggota Heru Santoso dan Maulana Shika Arjuna.

Karena terdakwa adalah muslim, maka majelis mangutip Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 178:

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh, orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik pula. Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.

Baca berita selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3