Ada Hujan Buatan, Debit Air Danau Toba Meningkat

Angga Laraspati - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 21:40 WIB
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus melakukan program modifikasi cuaca atau hujan buatan di sekitar Danau Toba.
Foto: Dok. MIND ID
Jakarta -

PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan program modifikasi cuaca atau hujan buatan di sekitar Danau Toba. Kegiatan ini dilakukan untuk pelestarian Danau Toba dengan peningkatan debit air.

Direktur Pelaksana Inalum Sophia Isabella Wattimena mengatakan perseroan mendukung program-program pelestarian Danau Toba untuk memastikan keberlanjutan ekosistem di lingkungan ikon pariwisata Sumatera Utara ini.

"Ekosistem lingkungan Danau Toba perlu dijaga untuk memastikan keberlanjutannya. Wilayah ini merupakan sumber kesejahteraan masyarakat di sekitar danau dan di sepanjang sungai Asahan," ujar Sophia dalam keterangan tertulis, Senin (10/5/2021).

Untuk mendukung program ini, Inalum dan BPPT menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), yang merupakan salah satu metode yang telah digunakan di berbagai negara untuk meningkatkan curah hujan. Berdasarkan penelitian empiris di berbagai negara, teknologi ini dapat meningkatkan curah hujan sebesar 20-30%.

"Inalum siap mendukung untuk pelaksanaan TMC periode kedua pada September 2021. Perusahaan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Sumatera Utara perihal penggunaan bahan semai low explosive flare untuk kegiatan ini," ujar Sophia.

Sebelumnya, tim Inalum dan BPPT telah melakukan operasi penerbangan perdana pada 1-29 April lalu di sekitar daerah tangkapan air Danau Toba. Operasi perdana tersebut dilakukan dengan jumlah penerbangan penyemaian awan sebanyak 27 kali dan menghabiskan bahan semai flare CoSAT sebanyak 169 batang.

Pelaksanaan program periode pertama ini telah berhasil meningkatkan tinggi muka air Danau Toba sebesar 8,5 cm dan meningkatkan curah hujan sebesar 36,3 persen.

Adapun opening ceremony Pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) saat itu dilakukan oleh Direktur Pelaksana Inalum dan Kepala BBTMC BPPT di Siborongborong, Sumatera Utara, pada 29 Maret lalu.

Inalum memberikan perhatian penuh terhadap pelaksanaan program ini dengan mengalokasikan personel khusus, kebutuhan finansial, dan kerja sama dengan BPPT.

Sebagai informasi, sebagai salah satu wilayah strategis penunjang kehidupan, wilayah Danau Toba telah menjadi aspek keberlanjutan yang diperhatikan oleh Inalum.

Selain TMC, di bidang konservasi lingkungan, Inalum telah menanam 440 ribu pohon di Daerah Tangkapan Air (DTA) seluas 750 hektare sejak 2015 hingga 2020. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kelestarian Danau Toba.

(akd/ega)