Alasan Juliari Pilih Labuan Bajo Jadi Tempat Rapim Kemensos

Zunita Putri - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 21:23 WIB
Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara kembali duduk di kursi terdakwa pada sidang lanjutan di persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (28/4/2021).
Eks Mensos, Juliari Batubara, di sidang bansos Corona (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mantan Mensos, Juliari Peter Batubara, mengungkapkan alasan dia memilih Labuan Bajo jadi tempat rapat pimpinan Kemensos. Juliari mengaku Labuan Bajo dipilih untuk membantu meningkatkan pariwisata Indonesia di tengah pandemi Corona.

"Rapat perjalanan dinas jadi kita putuskan awalnya rapim di Jakarta, lalu kita putuskan diskusi kita rapat agak jauh dan dalam rangka membantu destinasi wisata yang memang mengalami penurunan kunjungan luar biasa. Jadi yang ingin saya luruskan adalah terkait rapim di Labuan Bajo memang percepatan anggaran di Kemensos," kata Juliari saat menanggapi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (10/5/2021).

Sebelumnya, dalam sidang ini hakim ketua Muhammad Damis bertanya ke Dirjen Linjamsos Kemensos, Pepen Nazaruddin, tentang rapat pimpinan Kemensos yang digelar di Labuan Bajo yang dihadiri artis Cita Citata. Pepen mengatakan rapat pimpinan di Labuan Bajo itu atas inisiatif Juliari selaku Mensos kala itu.

"Siapa yang tentukan rapim di Labuan Bajo?" tanya hakim.

"Pak menteri," kata Pepen.

Hakim pun menyoroti apa urgensinya rapim di Labuan Bajo, padahal situasi masih pandemi Corona.

"Lagi pandemi, sedang sulit pergerakan, rapim di Labuan Bajo, negara dalam keadaan sulit rapim di Labuan Bajo," kata hakim.

Menurut Pepen, rapim di sana hanya membahas laporan realisasi satuan kerja tentang capaian anggaran realisasi masing-masing direkotrat. Menurut Pepen, rapim itu berpindah-pindah tempatnya tidak hanya di Jakarta.

"Siapa saja yang hadir?" tanya hakim.

"Semua pejabat eselon I dan II," kata Pepen.

"Ada undang artis?" tanya hakim lagi.

"Ya ada, Cita Citata," sebut Pepen.

Pepen mengaku tidak tahu dari mana sumber dana membayar Cita Citata. Namun dia mengetahui hanya ada eselon I dan II di sana.

Dalam perkara ini, Juliari didakwa menerima uang suap Rp 32,4 miliar berkaitan dengan pengadaan bantuan sosial (bansos) berupa sembako dalam rangka penanganan virus Corona atau COVID-19 di Kementerian Sosial (Kemensos). Juliari disebut menggunakan fee bansos Corona yang dikumpulkan KPA bansos, Adi Wahyono, dan PPK bansos Matheus Joko Santoso.

(zap/man)