Jadi Tersangka Suap, Bupati Nganjuk Tiba di Bareskrim Besok Pagi

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 18:28 WIB
Konferensi penetapan tersangka kasus suap Bupati Nganjuk di KPK (Azhar-detikcom)
Konferensi penetapan tersangka kasus suap Bupati Nganjuk di KPK (Azhar/detikcom)
Jakarta -

Penyidikan terhadap Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat yang kena OTT KPK-Bareskrim dilanjutkan oleh Bareskrim Polri. Rahman bakal tiba di Bareskrim Polri besok pagi.

"Teman-teman ya untuk acara besok ada di Bareskrim sekitar jam 10," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (10/5/2021).

Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Brigjen Djoko Poerwanto mengatakan Rahman masih dalam perjalanan. Dia menyebut perjalanan lebih lambat karena tidak bisa menggunakan pesawat dan kereta api.

"Bahwa sekarang teman-teman yang ada di sana teman-teman dari Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri yang sedang berada di Nganjuk, kita dalam proses pergeseran," ujar Djoko.

"Pesawat sama kereta api nggak ada. Jadi kita melewati darat dan safety itu yang pertama," sambungnya.

Djoko mengatakan pihaknya akan terus menginformasikan perkembangan dari perjalanan Rahman.

"Kami juga tetap nanti kami seizin dengan Pak Kabareskrim, kami akan menginformasikan pada saat rombongan dari ataupun tim yang ada di Nganjuk dengan bawa tersangka dan barang bukti akan merapat," katanya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Rahman dan enam orang lainnya menjadi tersangka. Keenam orang tersangka itu ialah:

1. DUP, Camat Pace
2. ES, Camat Tanjung Anom sekaligus Plt Camat Sukomoro
3. HAL, Camat Berbek
4. BS, Camat Locerek
5. TBW, mantan Camat Sukomoro, yang diduga sebagai pemberi
6. MIM, Ajudan Bupati Nganjuk yang diduga sebagai

"TBW mantan Camat Sukomoro sebagai pemberi dan Saudara MIM, ajudan Bupati Nganjuk, yang diduga sebagai perantara penyerahan uang dari camat dimaksud ke Bupati Nganjuk," kata Brigjen Djoko.

Djoko mengatakan para tersangka itu disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b, Pasal 11, dan Pasal 12B UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP. Ancaman penjara dari 1 hingga seumur hidup.

"Barang bukti uang yang diamankan Rp 647.900.000," ujar Djoko.

Simak Video: Kronologi OTT Bupati Nganjuk di Kasus Suap Jual-Beli Jabatan

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)