Alasan HRS Buka Sunroof Sapa Warga di Megamendung: Tak Sampai Hati

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 16:39 WIB
Sidang kasus kerumunan Habib Rizieq (Foto: Luqman/detikcom)
Sidang kasus kerumunan Habib Rizieq. (Luqman/detikcom)
Jakarta -

Jaksa penuntut umum mencecar Habib Rizieq Shihab (HRS) terkait alasan membuka sunroof mobil dan menyapa warga di simpang Gadog menuju Pondok Pesantren Agrikultural Markaz Syariah, Megamendung. Rizieq mengaku tidak sampai hati melihat warga yang sudah menyambut dirinya.

Awalnya, jaksa menanyakan sejak dari mana Rizieq membuka sunroof mobilnya saat menuju Markaz Syariah dari Tebet. Rizieq mengaku menyapa massa lewat sunroof saat di simpang Gadog.

"Sejak di lokasi mana Saudara membuka sunroof?" tanya jaksa dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jalan Dr Sumarno, Cakung, Jakarta (10/5/2021).

"Sunroof itu terbuka seingat saya dua kali, pertama di bandara, memang dibuka. Kedua di Megamendung, situasinya sama karena minta saya minta diberi jalan. Mulai dari simpang Gadog penuh," ujar Rizieq.

Rizieq menyebut mobilnya bisa berjalan lancar setelah dia meminta massa di simpang Gadog membuka jalan melalui sunroof. Namun, di jalan menuju Markaz Syariah, dia melihat banyak warga berjejeran menyambutnya.

"Setelah terbuka saya agak leluasa jalan, cuma begitu saya jalan lebih cepat, di kanan-kiri ini warga keluar. Mereka kan melambaikan tangan, nggak mungkin saya jalan begitu saja, nggak menghormati mereka, saya masih punya perasaan warga," ucap Rizieq.

"Macet itu di simpang Gadog, tapi pada saat jalan saya sengaja jalan pelan untuk menghormati warga yang spontan berdiri di gang-gang, depan-depan rumah, bahkan ada yang di atas genting rumah mereka. Mereka kasih tangan. Untuk menghormati mereka, saya lambaikan tangan," tambahnya.

Rizieq menyebut ada beberapa massa yang mengikutinya dari simpang Gadog. Namun dia menyebut mereka akhirnya pulang karena masuk waktu salat Jumat dan ada larangan darinya untuk tidak menuju Markaz Syariah.

Jaksa sempat menanyakan mengapa Rizieq tidak memilih di dalam mobil saja dibanding naik ke sunroof mobil untuk menyapa warga. Rizieq mengaku tak sampai hati jika tidak menyapa warga.

"Apakah tidak ada terbersit dalam pikiran terdakwa untuk mengatasi tersebut sebaiknya justru ditutup sunroof-nya kemudian mobil bisa dengan secara tertutup tidak berkomunikasi dengan...," tanya jaksa.

"Justru itu pertarungan batin. Ada itu, ibu-ibu, anak-anak, semua pengin ketemu dan lihat saya, kemudian tiba-tiba di dalam dan tutup mobil, nggak ketemu, saya nggak sampai hati melakukan itu," ucap Rizieq.

"Saya nggak berpikir menghindar mereka sudah telanjur menyambut dengan kerinduan, saya tidak sampai hati untuk mengecewakan mereka. Ini cuma persoalan batin ya, bukan dengan sengaja melanggar," lanjutnya.

Lihat juga Video: Slamet Maarif hingga Sobri Lubis Akan Jadi Saksi di Sidang HRS

[Gambas:Video 20detik]

(run/haf)