Dirjen Kemensos Akui Dibelikan Terdakwa Bansos Cincin Batu Akik Rp 50 Juta

Zunita Putri - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 15:39 WIB
Sidang suap bansos Corona (Zunita/detikcom)
Sidang suap bansos Corona (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Dirjen Linjamsos Kemensos Pepen Nazaruddin mengaku pernah dibelikan cincin batu akik oleh PPK bansos Kemensos Adi Wahyono, yang saat ini merupakan terdakwa bansos Corona. Pepen mengaku cincin batu akik itu seharga Rp 60 juta, tapi Adi hanya membayarkan Rp 50 juta.

"Beliau (Adi Wahyono) bayarkan cincin akik saya," kata Pepen di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (10/5/2021).

"Harga cincin Rp 60 juta, dibayar Adi berapa?" tanya jaksa.

"Rp 50 juta," kata Pepen.

"Kenapa Saudara bayar sama Pak Adi?" tanya jaksa ke Pepen.

"Jadi ketika itu saya ditawari cincin oleh toko. Karena kurang, (pemilik toko) telepon, pas (pemilik toko) telepon kebetulan ada Pak Adi di depan saya," ngaku Pepen.

Pepen mengaku saat itu tidak meminta Adi membelikan. Dia mengaku hanya menawarkan saja kepada Adi, tetapi Adi malah membelikan cincin itu untuknya.

"Saya tawarkan dia barangkali berminat," kata Pepen.

"Lo, kalau nawarin terakhir saat ketemu sampai sekarang cincin ada di mana?" tanya jaksa lagi.

"Di saya," ucap Pepen.

Selain cincin batu akik, Pepen mengaku menerima sepeda Brompton berwarna pink. Sepeda itu diberikan oleh Adi Wahyono juga.

"Itu ada kaitan sama funbike. Ketika itu Adi tawarkan ke eselon I ada itu (sepeda Brompton). Ya saya pikir ada pembagian inventaris," kata Pepen.

Saat ini, kata Pepen, sepeda itu dikembalikan ke KPK. Karena sepeda itu diduga KPK dibelikan Adi dari dana bansos yang dipotong Rp 10 ribu per paket.

"Ya karena diambil KPK, dianggap itu salah satu uang anggaran yang Pak Adi kelola," jelas Pepen.

Selain itu, dalam sidang ini Pepen juga membantah menerima uang Rp 1 miliar dari Adi Wahyono. Pepen mengaku pernah didatangi Adi untuk menerima uang, namun Pepen mengaku menolak pemberian itu.

"Saya nggak tahu, itu saya tolak. (Alasan menolak) karena saya tidak mau," tutur Pepen.

Dalam sidang ini, Juliari Peter Batubara duduk sebagai terdakwa. Juliari didakwa menerima uang suap Rp 32,4 miliar berkaitan dengan pengadaan bantuan sosial (bansos) berupa sembako dalam rangka penanganan virus Corona atau COVID-19 di Kementerian Sosial (Kemensos).

Dalam surat dakwaan Juliari, fee bansos Corona juga mengalir ke pejabat dan staf Kemensos. Salah satunya adalah Pepen, dia disebut jaksa menerima uang sebesar Rp 1 miliar.

Diketahui, Adi Wahyono juga merupakan terdakwa dalam kasus ini. Adi Wahyono didakwa bersama-sama Juliari Batubara dan Matheus Joko Santoso.

(zap/man)