Brimob Bersenjata Siaga di GT Cikarang Barat Selama Larangan Mudik

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 15:36 WIB
Kakorlantas Irjen Istiono di Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Barat (Wilda-detikcom)
Kakorlantas Irjen Istiono di Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Barat (Wilda/detikcom)
Bekasi -

Brimob dengan senjata lengkap dikerahkan menjaga pos penyekatan di GT Cikarang Barat selama masa larangan mudik Lebaran 2021. Keberadaan petugas bersenjata itu merupakan upaya menjaga keamanan.

"Itu untuk keamanan petugas harus kita lapisi sistem kita yang memang harus kita lakukan seperti itu," kata Kakorlantas Irjen Istiono kepada wartawan di Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Barat, Senin (10/5/2021).

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo juga menjelaskan keberadaan petugas bersenjata laras panjang yang berjaga. Dia menyebut keberadaan petugas bersenjata lengkap merupakan pelaksanaan SOP pengamanan.

"Brimob itu memang SOP kita dalam hal pengamanan, bahwa setiap ada anggota Polri yang sedang bertugas mengamankan pasti ada petugas-petugas yang mengamankan kegiatan personel tersebut ini bagian dari body system, artinya yang bertugas pasti ada pelapisnya untuk mengamankan," tuturnya.

Sambodo mengatakan, selain untuk pengamanan, petugas bersenjata lengkap ini dikhususkan untuk mengamankan lokasi sekitar dari ancaman teroris. Dia berharap penyekatan mudik bisa berjalan lancar.

"Jadi itu untuk pengamanan petugas, pengamanan anggota, ya kan kita namanya ancaman kan pasti ada, bisa ancaman teroris. Ya tidak hanya teroris, yang lainnya juga," ujarnya.

Bakal Siagakan Mobil Raisa

Kakorlantas Irjen Istiono juga mengatakan pihaknya sedang mengkaji kemungkinan menyiagakan mobil Pengurai Massa (Raisa) di pos penyekatan Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Barat. Istiono mengatakan pengerahan mobil Raisa ini bersifat situasional.

"Ya nanti situasional. Kita ini melayani masyarakat untuk melakukan, harusnya dilarang mudik, tapi kita harus tegas terukur untuk melakukan itu semuanya," kata Istiono.

Istiono mengatakan pihaknya akan melihat perkembangan dan situasi di lapangan. Dia berharap ada kesadaran masyarakat untuk tidak mudik di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

"Nanti situasional di lapangan memang harapan adalah kesadaran masyarakat untuk tidak mudik, tidak melakukan perjalanan panjang pada masa pandemi COVID," ucapnya.

Tonton juga Video: 372 Kendaraan Diputar Balik dari Penyekatan Tol Japek Km 31

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2