Walkot Bekasi Izinkan Warga Belanja Lebaran di Mal: Jangan Bergerombol

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 15:16 WIB
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi (Dyas/detikcom)
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (Dyas/detikcom)
Bekasi -

Warga mulai memadati pusat perbelanjaan, seperti mal, menjelang Idul Fitri 2021. Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mempersilakan warganya untuk berbelanja di mal atau pusat perbelanjaan lain asalkan tidak bergerombol.

"Orang boleh datang ke sana (mal), tapi jangan bergerombol. Pakai masker, masa orang nggak boleh (belanja Lebaran di mal)? Tapi kapasitas (mal), kalau 3.000, ya jadi 1.500," ujar Rahmat Effendi saat ditemui di pos penyekatan Sumber Arta, Bekasi, Senin (10/5/2021).

Menurutnya, apabila warga dilarang berbelanja, dikhawatirkan ekonomi anjlok. Karena itu, Pemkot Bekasi meminta warganya tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Kalau nggak boleh, nanti ekonomi anjlok dong. Kalau Summarecon misalnya kapasitas 30 ribu, boleh jadi 15 ribu. Kan kita kasih 50 persen. Sekarang yang nggak boleh bergerombol," ucapnya.

Pria yang akrab disapa Pepen ini mengatakan pihaknya memprediksi warganya akan semakin banyak datang ke pusat perbelanjaan di minggu terakhir Ramadhan. Hal itu terjadi karena ada yang baru mendapat tunjangan hari raya (THR).

"Karena kita prediksi begini, orang kan habis gajian minggu pertama dan minggu kedua. Kalau di perusahaan dapat THR. Ke luar kota nggak bisa, makanya yang dituju adalah tempat-tempat yang bisa, seperti rumah makan, mal," ucapnya.

Pepen menegaskan pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada para pelanggar protokol kesehatan. Namun Rahmat menyebut tidak akan memberikan sanksi pidana bagi para pelanggar protokol kesehatan.

"Ya membubarkan. Kalau sekarang kan membubarkan. Membubarkan, mengingatkan. Tidak ada tindakan pidana. Membubarkan dan mengingatkan. Supaya apa? Intinya supaya tidak terjadi kerumunan. Supaya tidak terjadi bergerombol," katanya.

Sebelumnya, kepadatan terjadi di mal-mal pinggiran Jakarta. Mal Grand Metropolitan Bekasi misalnya, yang mulai dikunjungi masyarakat. Tenant-tenant terutama, tenant fashion, memanfaatkan momen ini dengan memberikan diskon gede-gedean.

Ketua Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengakui memang saat ini pengunjung mal mulai ramai. Tenant alias penyewa gerai di mal pun merasakan naiknya kunjungan.

"Sudah ada memang kenaikan dari traffic, karena kebutuhan puasa dan bukber ataupun mereka yang mau belanja lebaran. Di daerah dan Jakarta traffic kira-kira naik 20-30 persen," ungkap Budihardjo kepada detikcom.

Meskipun jumlah pengunjung naik, Budihardjo menegaskan pihaknya selaku tenant di mal akan tegas menegakkan protokol kesehatan. "Kami akan komitmen buat protokol kesehatan, masyarakat jangan khawatir," ungkapnya.

(man/man)