Polda Metro Tambah Personel dan Pos Penyekatan Cegah Penerobosan Pemudik

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 13:10 WIB
Sejumlah  pemudik motor melawan arah untuk menghindari posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp.
Foto: Pemudik bermotor memblokade dan menerobos pos penyekatan di Kedung Waringin, Bekasi, Minggu (9/5) malam. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)
Jakarta -

Ribuan motor pemudik menerobos pos penyekatan di Kedungwaringin, Bekasi, semalam. Mengantisipasi hal itu, Polda Metro Jaya akan menambah personel dan pos penyekatan di wilayah perbatasan.

"Mudah-mudahan jangan sampai terjadi lagi. Tetapi menyikapi hal tersebut kami sudah akan menambah kekuatan dan pos-pos penyekatan, khususnya di perbatasan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (10/5/2021).

Titik-titik penyekatan dijaga ketat oleh aparatur Pemda, TNI dan Polri. Penyekatan di wilayah perbatasan akan lebih ditingkatkan.

"Kita akan tambah dari TNI-Polri kita sudah rapatkan kita akan tambah kekuatan. Tambah personel, tambah penyekatan. Jadi tiap masuk tiap 3 Km nanti ada penyekatan atau per 5 Km ada penyekatan, disekat-sekat sampai nanti kembali," ungkap Yusri.

Selain itu, dia pun meminta kesadaran masyarakat untuk mentaati kebijakan larangan mudik. Menurutnya, kebijakan itu diambil sebagai langkah menekan penyebaran virus Corona.

Dia menambahkan, masyarakat yang tetap memaksakan untuk mudik justru akan merugikan dirinya dan keluarganya di kampung halaman.

"Sebaiknya tidak usah mudik. Kasihan, bawa penyakit di sana (kampung halaman). Apalagi nanti bakal disekat lagi yang terjadi nanti pulangnya kapan, malah kena isolasi," sebut Yusri.

"Jadi sekali lagi kami ingatkan kepada masyarakat yang masih memaksa mudik untuk stop, berhenti sudah. Tidak usah. Kejadian kemarin cukup yang terakhir," sambungnya.

Simak halaman selanjutnya alasan polisi loloskan pemudik yang blokade dan terobos pos penyekatan

Diketahui, ratusan pemudik yang didominasi kendaraan roda dua sempat melakukan aksi blokade hingga lawan arah di wilayah perbatasan Karawang dan Bekasi tersebut. Peristiwa ini berujung pada akhirnya para pemudik diperbolehkan melintas ke arah Karawang dari arah Bekasi.

Pantauan detikcom, Minggu (9/5) pukul 22.47 WIB, pemotor diperbolehkan melintas ke arah Karawang. Polisi yang semula menyekat dengan barier plastik oranye akhirnya membuka.

Para pemudik sorak-sorai menyambutnya. Mereka bahkan mengucapkan terima kasih.

"Terima kasih Pak Kapolres," kata pemotor kepada Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan yang berada di lokasi.

Mereka pun jalan sembari berteriak dan bersahut-sahutan klakson. Bahkan, ada pula dari mereka yang bertepuk tangan.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan akhirnya memberikan diskresi untuk meloloskan ratusan pemudik yang tertahan di penyekatan Kedungwaringin,Bekasi, Jawa Barat. Hendra mengatakan jika keputusan itu tidak diambil, pos penyekatan ini akan timbul kerumunan yang berpotensi penularan virus Corona (COVID-19).

"Ya artinya karena ini terlalu padat dan juga kondisinya tadi tidak terlalu kondusif sehingga secara diskresi saya ambil kebijakan untuk dilepas, kita dengan koordinasi dengan yang lain, ini dinamika supaya juga tidak terlalu berkerumun dan ini juga berpotensi kalau terlalu banyak berkerumun berpotensi jadi penyebaran penyakit," kata Hendra kepada wartawan di Kedungwaringin,Bekasi, Jawa Barat, Senin (10/5/2021).

"Memang dibuka ini karena sudah terlalu padat, antrean juga sudah hampir 5 km baik antrean motor maupun antrean mobil," imbuhnya

(ygs/mei)