detikcom Do Your Magic

Taman di Jembatan Kota Paris Terus Dikerjakan, Media Tanam Disediakan

Afzal Nur Iman - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 12:53 WIB
Pengerjaan taman di Jembatan Kota Paris, Johar Baru, Jakarta Pusat, 10 Mei 2021. (Afzal Nur Iman/detikcom)
Pengerjaan taman di Jembatan Kota Paris, Johar Baru, Jakarta Pusat, 10 Mei 2021. (Afzal Nur Iman/detikcom)
Jakarta -

Petugas masih sibuk mengubah Jembatan Kota Paris menjadi Taman 'Jembatan Persatuan'. Kini, tanah untuk media tanam sudah disebar di jembatan yang semula terkenal sebagai akses tawuran ini.

Pantauan detikcom di lokasi pada Senin (10/5/2021) tengah hari bulan puasa ini, terlihat beberapa petugas tengah bekerja membangun taman.

Sebagian petugas berada di akses masuk dari Kelurahan Kampung Rawa dan sebagian lagi berada di akses masuk seberangnya, yakni dari arah Kampung Kota Paris Tanah Tinggi.

Ada sekitar 8 orang petugas dengan seragam hijau milik Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat. Mereka terlihat sedang merapikan dinding-dinding jembatan dan dudukan di bawah terali besi yang sudah terpasang. Dinding-dinding yang sebelumnya masih memiliki celah kini sudah tertutup rapat menjadi tembok.

Di tengah-tengah jembatan, terlihat ada tanah yang akan digunakan sebagai media tanam. Rencananya, di tengah-tengah jembatan tersebut memang akan diberi tanaman untuk memperindah jembatan tersebut. Menurut petugas, tanah untuk media tanam tersebut mulai ditaruh sejak kemarin.

Rencananya jembatan tersebut akan diubah menjadi taman dan tidak lagi berfungsi sebagai jembatan penyeberangan orang. Akses masuk jembatan tersebut akan ditutup. Warga menyambut baik rencana Pemkot Jakarta Pusat untuk mengubah jembatan tersebut menjadi taman.

"Kalau mau bikin taman, dipercantik, ya bagus juga sih, jadi ada pemandangan, biar bagus dilihat. Jangan sampai udah dibikin tidak ada pemantauan, pemeliharaan, itu yang kadang suka jadi jelek ke depannya," kata Ketua RT 01 RW 06, Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, Maman Hermana, saat dihubungi, Kamis (29/4).

Sebelumnya warga ingin jembatan tersebut dirobohkan karena kerap dijadikan akses tawuran. Namun, Maman mengatakan yang terpenting adalah akses masuk jembatan tersebut ditutup.

"Yang penting ditutup aja, yang penting nggak ada akses," ungkapnya.

(dnu/dnu)