Blak-blakan Agus Harimurti Yudhoyono

Isu Rivalitas dengan Ibas hingga Permaafan untuk Moeldoko cs

Deden Gunawan - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 12:46 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono. (Wahyudi/20detik)
Jakarta -

Oleh sejumlah lawan politiknya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dianggap tidak kompeten. Dia juga dituduh tidak pernah menghargai para senior partai, kerap membebani pengurus daerah dengan berbagai pungutan, hingga bermain mata dengan kalangan tertentu yang diragukan loyalitasnya kepada ideologi Pancasila.

Dengan santai dan runut AHY menjawab semua tuduhan tersebut. Dia menegaskan dirinya terjun ke politik dan memimpin Partai Demokrat bukan karena belas kasih pasca gagal di Pilkada DKI pada 2017. Pensiunan Mayor TNI-AD itu dipilih para kader karena mereka berharap dirinya dapat menggerakkan generasi muda, kader-kader muda Demokrat.

Tapi juga bukan berarti kita tidak melibatkan para senior, justru bisa mencari atau menjadi perekat. Menjembatani antara mereka yang senior dan para kader muda.

"Rendah sekali nilai saya kalau dipilih hanya berdasar belas kasihan. Para kader yang memilih saya bisa sakit hati kalau dikatakan demikian," papar AHY dalam program Blak-blakan detikcom, Senin (10/5/2021).

Dia juga menegaskan sama sekali tak ada rivalitas antara dirinya dengan sang Adik, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Keduanya saling menghormati dan mendukung layaknya kakak-adik, bertemu, dan berkomunikasi rutin. "Jadi isu rivalitas itu tidak benar. Tiap Sabtu-Minggu kami rutin bertemu, ngobrol di Cikeas (Kediaman Susilo Bambang Yudhoyono)," imbuh AHY.

Terkait agenda Hari Raya Idul Fitri pada Kamis (13/5/2021), dia menyatakan akan merayakannya dengan sederhana. Selain nyekar ke makam sang Bunda, Ani Yudhoyono, juga sungkeman ke sang Ayah, Susilo Bambang Yudhoyono, di Cikeas. Acara silaturahmi akan dilanjutkan ke mertuanya, Aulia Pohan. "Kami tidak mengadakan open house supaya menghindari kerumunan," kata AHY.

Saat disinggung kemungkinan melakukan silaturahmi dengan lawan-lawan politiknya, seperti Kepala KSP Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dan mantan Ketua DPR Marzuki Alie, dia menyatakan pada prinsipnya membuka ruang silaturahmi dan pintu maaf.

"Ya saya cuma mengatakan sebetulnya ruang untuk bersilaturahim dan bertatap muka itu selalu ada. Namun pada kenyataannya saat ini mereka merasa tidak salah, tidak pernah berbuat sesuatu yang menyakiti hati kader Partai Demokrat," tutur lelaki kelahiran Bandung, 10 Agustus 1978 itu. Dengan kata lain, AHY hanya akan bersedia silaturahmi bila Moeldoko cs meminta maaf terlebih dahulu.

Seperti diketahui, sejumlah orang yang mengklaim sebagai pendiri Partai Demokrat, seperti Jhoni Allen Marbun, Damrizal, Hencky Luntungan, dan Marzuki Alie menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat. Acara diadakan di The Hill Sibolangit, Deli Serdang pada 5 Maret 2021. Dalam acara itu mereka memilih Moeldoko sebagai ketua umum dan Marzuki sebagai Ketua Dewan Pembina. Namun Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menolak untuk mengesahkan kepengurusan mereka pada 31 Maret 2021.

Tonton video 'Blak-blakan AHY 'Tiga Kunci Kalahkan Moeldoko Cs'':

[Gambas:Video 20detik]



(jat/jat)