Jaksa Agung Akan Sanksi Pegawai Kejaksaan yang Nekat Mudik

Karin Nur Secha - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 10:47 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin.
Jaksa Agung ST Burhanuddin. (Foto: Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan melarang pegawainya untuk mudik lebaran tahun ini. Dia akan memberi sanksi pegawainya yang nekat mudik.

"Iya pasti, pasti kita harus dukung. Jadi tidak ada lagi kata mudik buat teman-teman. Dan saya katakan tadi juga apabila tetap mudik ada larangan pasti ada sanksi," ujar Burhanuddin kepada wartawan di Pelataran Gedung Menara Kartika Adhyaksa, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (10/5/2021).

Dia juga mengatakan pemberian sanksi disesuaikan dengan pelanggaran yang dilakukan. Sanksi paling rendah yakni berupa terguran lisan.

"Iya mulai dari teguran, tentunya nanti mulai dari teguran nanti akan kita pertimbangkan. Paling rendah adalah teguran, lalu teguran tertulis, teguran lisan itu nanti paling rendah," lanjutnya.

Burhanuddin mengingatkan kepada seluruh jajaran melalui Kepala Kejaksaan Negeri yang ada di wilayah hukum DKI Jakarta agar tidak nekat mudik.

"Untuk itu tolong dimengertilah kondisi ini teman-teman jangan mudik dulu. Nanti tunggu mungkin situasinya akan berbeda tentunya akan ada perubahan," imbaunya.

"Sayangi kita, sayangi orang tua kita dan tentunya dengan harapan tidak mudik ini ada harapan sangat besar ya harapan dari pemerintah tidak menyebarnya semakin masif COVID-19," lanjut Burhanuddin.

Sebelumnya pemerintah meniadakan mudik Lebaran pada 2021. Arahan ini diberikan untuk seluruh masyarakat.

"Tahun 2021, mudik ditiadakan berlaku untuk ASN, TNI-Polri, karyawan BUMN, karyawan swasta, pekerja mandiri, dan seluruh masyarakat," kata Menko PMK Muhadjir Effendy, dalam jumpa pers virtual, Jumat (26/3).

(idn/idn)