Biadab! Ayah di Lutra Sulsel 5 Tahun Perkosa Putri Kandungnya

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 08:52 WIB
Ilustrasi Pemerkosaan Anak
Foto ilustrasi pemerkosaan anak. (Zaki Alfarabi/detikcom)
Luwu Utara -

Seorang pria di Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel), berinisial D (40) melakukan aksi biadab dengan memperkosa putri kandungnya selama 5 tahun. D sempat melawan petugas saat akan ditangkap polisi.

"Pelaku dan korban ini memiliki hubungan sebagai ayah dan anak," kata Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Sulsel Kompol Suprianto saat dimintai konfirmasi, Senin (10/5/2021).

Pelaku ditangkap polisi di pondok kebunnya di Luwu Utara, Sulsel, Sabtu (8/5), tepatnya setelah korban dan ibunya melapor ke polisi. Saat ditangkap, pelaku sempat melakukan perlawanan sehingga dilumpuhkan dengan timah panas.

"Saat tiba di pondok kebun milik tersangka, anggota langsung membangunkan namun tersangka malah mengambil sebilah parang hingga anggota langsung melompati serta memegang tangan kiri dari tersangka yang memegang parang," jelas Suprianto.

Suprianto menyebut Unit PPA Polres Luwu Utara yang melakukan penangkapan telah meminta pelaku untuk menyerahkan diri. Namun pelaku menolak melepaskan sebilah parang di tangannya.

"Dia tetap melakukan perlawanan sehingga diberikan tembakan pada betis sebelah kiri dan tangan sebelah kiri yang pegang parang," sambung Suprianto.

Hasil interogasi polisi, pelaku mengakui telah melakukan aksi bejatnya sejak korban duduk di bangku SMP atau sejak berusia 16 tahun hingga korban berumur 21 tahun. Dalam kurun 5 tahun tersebut, pelaku rutin melakukan aksinya, baik di rumahpun atau di pondok kebun milik pelaku.

"Pelaku ini melakukan aksinya dengan cara mengancam sehingga korban pun menuruti setiap permintaan pelaku," katanya.

Aksi terakhir pelaku sendiri dilakukan pada Mei 2021 alias saat masa Ramadhan. Korban yang sudah tidak tahan dengan aksi pelaku akhirnya melapor ke ibunya.

"Karena ibunya selama ini kan tidak tahu. Setiap kali persetubuhan dilakukan ibunya sedang tidak berada di rumah," kata Suprianto.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat polisi dengan Pasal 81 ayat 1 dan ayat 3 dan/atau Pasal 82 ayat 1 dan ayat 2 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

"Ancaman hukumannya 15 tahun penjara," pungkas Suprianto.

Simak video 'Cabuli Anak Tirinya Berkali-kali, Petani di Mamuju Diamankan':

[Gambas:Video 20detik]



(hmw/nvl)