Sosok Zahrul Rabain, Hakim Agung Pengawas 20 Ribuan Aparat Pengadilan

Andi Saputra - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 08:47 WIB
Zahrul Rabain
Pelantikan Zahrul Rabain sebagai Ketua Muda MA bidang Pengawasan (dok. ma)
Jakarta -

Ketua Mahkamah Agung (MA) Syarifuddin melantik hakim agung Zahrul Rabain menjadi Ketua Muda MA bidang Pengawasan MA. Dengan jabatan itu, Zahrul menjadi pengawas 20 ribuan aparat pengadilan di seluruh Indonesia, baik hakim maupun pegawai pengadilan.

Zahrul dilantik pada Jumat (7/5) lalu di ruang Kusumah Atmadja, gedung Mahkamah Agung lantai 14. Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 61/P Tahun 2021 tanggal 6 April 2021 tentang Pengangkatan Ketua Muda Pengawasan Mahkamah Agung

Zahrul menjabat Ketua Muda Bidang Pengawasan menggantikan Andi Samsan Nganro, yang telah terpilih menjadi Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial pada 20 Januari 2021.

Zahrul Rabain

Berdasarkan catatan detikcom, Senin (10/5/2021), Zahrul menjadi hakim agung sejak 1 November 2013. Zahrul Rabain menjadi hakim agung setelah meraih 39 suara anggota Komisi Hukum DPR. Pada waktu yang sama, DPR juga memilih empat hakim agung lainnya, Eddy Amy dengan meraih 35 suara, Sumardikatmo dengan meraih 28 suara, dan Maruap Dohmatiga Pasaribu dengan meraih 27 suara.

Saat seleksi calon hakim agung, Komisi Yudisial (KY) mencecar Zahrul saat menjadi Ketua PN Jaksel dalam kurun 2008-2010.

"Bapak punya dua anak perempuan dan satu anak laki-laki. Pernah menggelar pernikahan pada 2006. Melaporkan ke KPK?" tanya panelis dari KY, Imam Anshori Saleh.

"Saya mengadakan perkawinan di Pekanbaru, di sana tidak ada pemberian dalam jumlah banyak," jawab Zahrul.

"Padahal ada kewajiban melaporkan ke KPK?" potong Imam mengejar jawaban Zahrul yang diplomatis.

"Dengan jujur saya tidak melaporkan," jawab Zahrul, yang menjabat Ketua PN Jaksel dalam kurun 2008-2010.

Selain ditanya soal pesta pernikahan anaknya, Zahrul dipertanyakan soal status hakim anaknya. Apakah anak Zahrul masuk Korp Cakra sesuai prosedur atau lewat jalur KKN.

"Hasilnya boleh kita tengok barang kali," kilah Zahrul.

Hakim yang bertugas di Pengadilan Tinggi Gorontalo kala itu juga mendapat pertanyaan sita eksekusi tanah milik Artalyta Suryani alias Ayin di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.

Setelah menjadi hakim agung, Zahrul duduk di chamber perdata. Beberapa kasus yang diadilinya di antaranya kasus kartel harga skuter Yamaha-Honda. Selain itu, Zahrul sebagai ketua majelis menyatakan Grab tidak bersalah melakukan monopoli Grab dengan PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI) sehingga Grab lolos dari denda Rp 30 miliar.

Lihat juga video 'Kisah Artidjo Alkostar Sempat Ingin Mundur dari Hakim Agung':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/HSF)