e-Life

Hati-hati Silaturahmi Toxic Saat Lebaran

dtv - detikNews
Kamis, 13 Mei 2021 09:49 WIB
Jakarta -

Hari Lebaran sudah tiba. Salah satu tradisi dalam merayakan Idul Fitri, atau yang disebut lebaran di Indonesia, adalah dengan silaturahmi keluarga dan sanak saudara. Melalui kegiatan ini, diharapkan tali silaturahmi keluarga semakin erat.

Akan tetapi, intensitas pertemuan keluarga besar yang jarang menyebabkan kesulitan dalam membuka obrolan. Oleh karena itu, di sinilah peran obrolan kecil atau basa-basi dalam memulai perbincangan.

"Ada naluri untuk menanyakan kabar, menjalin komunikasi, karena kita fitrahnya itu makhluk sosial. Jadi, bukan semata-mata karena kepo banget. Yang namanya basa-basi itu sekadar untuk menjalin komunikasi dan interaksi sosial," kata Psikolog Klinis Dessy Ilsanty dalam program e-Life.

Meski demikian, seringkali momen silaturahmi yang seharusnya seru dan hangat malah jadi kurang menyenangkan karena rentetan pertanyaan dari keluarga. Menjawab pertanyaan seperti, "Kapan nikah?" atau "Kapan lulus kuliah?" bisa terasa menantang dan membutuhkan kiat tersendiri untuk menghadapinya.

"Untuk mencairkan suasana, dengan humor sih yang paling mudah. Jadi kita nggak menanggapi terlalu serius, sehingga kita nggak baper. Lalu misal ditanya kapan nikah, jawab saja, mohon doanya," tutur Dessy.

Bagi Dessy, tidak perlu berusaha terlalu keras dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan semacam itu. Pada dasarnya, kita memiliki kendali penuh akan hal apa yang ingin kita bagi maupun kita simpan. Maka, kita boleh menolak menjawab pertanyaan tertentu jika memang dirasa tidak nyaman.

"Yang bikin nggak enak, baper, dan sakit hati itu karena kita berusaha defense, membela diri banget. Kalau memang nggak ingin diketahui, ya sesimpel jawabannya dibatasi saja. Ibarat orang mengetok pintu, kalau kita nggak ingin dia masuk, jangan dibuka pintunya," terangnya.

Selain itu, kiat lain yang bisa diterapkan saat silaturahmi keluarga adalah dengan memulai bertanya terlebih dahulu. "Triknya, orang itu sebenarnya suka bercerita tentang dirinya. Jadi, sebelum ditanya, kalian bertanyalah. Daripada ditanya, bombardirlah pertanyaan dari kamu, jadi dia nggak sempat tanya," kata Dessy yang diikuti dengan tawa.

Meski begitu, bagi sebagian orang membuka obrolan terlebih dulu demi menghindari pertanyaan dari keluarga bisa terasa sulit dilakukan . Hal ini biasanya dialami oleh para introvert yang cenderung butuh lebih banyak energi untuk memulai percakapan.

"Mengencangkan tali silaturahmi itu penting, dan bagi introvert momen seperti lebaran itu memang melelahkan. Tapi kan ini nggak setiap hari. Jadi, sehari sebelumnya tidur cukup, makan enak, persiapkan diri, persiapkan mental," jelas Dessy.

Pada akhirnya, Dessy menekankan pentingnya penguasaan teknik berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya adalah agar muncul kemampuan untuk memiliki kendali saat berinteraksi dengan orang lain, termasuk saat bersilaturahmi dengan keluarga.

(gah/gah)