Potret Tumpukan Duit Disita saat KPK OTT Bupati Nganjuk

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 04:35 WIB
Nganjuk -

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang bekerja sama dengan Bareskrim Polri. Barang bukti berupa uang ratusan juta rupiah disita.

Dari foto yang diterima detikcom, Senin (10/5/2021), tampak tumpukan uang itu diletakkan di atas laci. Duit tersebut terdiri dari pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu.

Potret tumpukan uang sitaan KPK hasil Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat (Dok Istimewa)Foto: Potret tumpukan uang sitaan KPK dari Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat (Dok Istimewa)

Belum disebutkan jelas berapa jumlah uang itu. Salah seorang sumber detikcom di KPK menyebutkan uang itu diduga merupakan suap untuk Bupati Novi terkait jual-beli jabatan di wilayahnya. Novi disebut menetapkan tarif bagi jajarannya untuk mendapatkan jabatan.

"Untuk camat Rp 100 juta, untuk staf hingga Rp 50 juta," bisik seorang sumber detikcom, Senin (10/5/2021).

Di sisi lain ada informasi menyebutkan bila Kasatgas Penyelidik KPK yang memimpin OTT itu adalah Harun Al Rasyid. Dia merupakan salah satu dari 75 pegawai KPK yang dikabarkan tidak lulus tes wawasan kebangsaan yang menuai kontroversi.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan terkait OTT itu. "Informasi yang kami terima, benar ada kegiatan tangkap tangan di wilayah Jawa Timur," kata Ali.

Bupati Novi dan para pihak yang terjaring OTT masih sebagai terperiksa. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang terjerat OTT.

(isa/dhn)