Round-Up

Penjuru Indonesia Kecam Serangan Israel ke Warga Palestina di Al-Aqsa

Tim detikcom - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 04:29 WIB
Palestinians react to stun grenades fired by Israeli police to clear the Damascus Gate to the Old City of Jerusalem after clashes at the Al-Aqsa Mosque compound, Friday, May 7, 2021. Palestinian worshippers clashed with Israeli police late Friday at the holy site sacred to Muslims and Jews, in an escalation of weeks of violence in Jerusalem that has reverberated across the region. (AP Photo/Maya Alleruzzo)
Foto: AP Photo/Maya Alleruzzo
Jakarta -

Polisi Israel bentrok dengan warga sipil di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem. Indonesia mengecam keras serangan tersebut.

Suara kecaman ini datang dari berbagai kalangan. Diantaranya pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) ormas islam, hingga Kementerian Agama (Kemenag).

Diketahui, seperti dilansir Reuters, Sabtu (8/5), bentrokan ini pecah saat kemarahan memuncak di kalangan warga Palestina terkait potensi penggusuran sejumlah keluarga Palestina dari rumah-rumah mereka yang tanahnya diklaim oleh para pemukim Yahudi yang menggugat ke pengadilan.

Berikut beberapa kecaman yang diberikan Indonesia terkait penyerangan yang dilakukan polisi Israel ke warga Palestina.

Indonesia Kecam Aksi Kekerasan Israel ke Warga Palestina

Melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu), pemerintah Indonesia menyampaikan kecaman. Tindakan kekerasan itu disebut melukai perasaan umat Islam.

"Indonesia juga mengecam tindak kekerasan terhadap warga sipil Palestina di wilayah Masjid Al-Aqsa yang menyebabkan ratusan korban luka-luka dan melukai perasaan umat muslim," kata Kemlu, melalui akun Twitter-nya, Minggu (9/5/2021).

Indonesia juga mengecam pengusiran paksa 6 warga Palestina dari wilayah Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Pengusiran paksa dan tindakan kekerasan di Masjid Al-Aqsa itu dinilai bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB.

Bentrokan antara polisi Israel dengan warga Palestina terjadi di area Masjid Al-Aqsa. Ratusan orang terluka akibat bentrokan yang terjadi usai buka puasa itu.Bentrokan antara polisi Israel dengan warga Palestina terjadi di area Masjid Al-Aqsa. Ratusan orang terluka akibat bentrokan yang terjadi usai buka puasa itu. Foto: Getty Images/Amir Levy

"Pengusiran paksa dan tindakan kekerasan tersebut bertentangan dengan berbagai resolusi DK PBB, hukum humaniter internasional, khususnya Konvensi Jenewa IV tahun 1949, dan berpotensi menyebabkan ketegangan dan instabilitas di kawasan," tutur Kemlu.

Kemlu mengatakan pengusiran paksa dan tindakan kekerasan terhadap warga Palestina itu bisa menyebabkan ketegangan di kawasan. Karena itu, Indonesia pun mendesak masyarakat internasional melakukan langkah nyata untuk menghentikan tindakan aparat Israel itu.

Wamenag Kecam Aksi: Keji!

Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa'adi mengungkapkan keprihatinannya atas tindak kekerasan yang dilakukan polisi Israel terhadap warga Palestina. Zainut menyebut tindakan tersebut melanggar hak asasi manusia.

"Tindakan membubarkan ribuan jemaah yang menggelar salat tarawih di Masjid Al-Aqsa untuk menyambut Lailatul Qadar, malam paling suci di bulan Ramadan, adalah perbuatan yang sangat keji dan bentuk pelanggaran hak asasi manusia," kata Zainut dalam keterangan tertulis, Minggu (9/5/2021).

Politikus PPP itu juga menyoroti aksi pengusiran paksa 6 warga Palestina dari wilayah Sheikh Jarrah, Yerusalem. Menurutnya, aksi pengusiran ini merupakan perbuatan sewenang-wenang yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan.

Simak juga video 'Kecaman Indonesia Atas Aksi Kekerasan Israel ke Warga Palestina':

[Gambas:Video 20detik]



Simak di halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2