Viral Pria Ajak Terobos Penyekatan Mudik, PKS: Seruan yang Salah!

Dwi Andayani - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 03:04 WIB
Mardani Ali Sera
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Sebuah video warga yang mengajak mudik dan menerobos penyekatan jalan viral di media sosial. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyebut hal tersebut contoh seruan yang salah.

"Pertama ini seruan yang salah. Mudik itu ibadah, mudik itu baik. Tapi mencegah penularan COVID-19 jauh lebih utama dan lebih prioritas," ujar Mardani saat dihubungi, Minggu (9/5/2021).

Mardani mengatakan, saat ini lebih baik untuk menjaga kesehatan jiwa dan raga. Selain itu menurutnya keinginan personal tetap harus menjaga kepentingan sosial atau orang lain.

"Mencegah jauh lebih baik ketimbang mengobati. Ajaran Islam memerintahkan kita menjaga kesehatan jiwa dan badan. Kedua, dalam kehidupan sosial memang kita harus ikut aturan sosial. Kehendak personal harus menjaga kepentingan sosial, itulah hukum bermasyarakat," kata Mardani.

Dia menyebut, hal ini juga menjadi bukti sosialisasi alasan mudik dilarang belum tuntas. Serta sosialisasi agar seluruh pihak menangani pandemi COVID-19 dan menerapkan disiplin protokol kesehatan.

"Ketiga, ini juga bukti sosialisasi kenapa mudik dilarang belum tuntas. Termasuk sosialisasi menjaga agar semua pihak satu langkah menangani Pandemi COVID-19, perlu mengajak semua elemen termasuk ulama menjelaskan pentingnya disiplin protokol kesehatan di masa pandemi ini. Karena yang kena dampak adalah kita sendiri," tuturnya.

Diketahui, dalam video beredar terdapat seorang laki-laki beserta anaknya yang berada di dalam mobil. Dia lantas menyerukan agar masyarakat melakukan mudik.

"Kepada saudara-saudara ku semua yang sedang mudik dimanapun antum berada, terus mudik harus bersama-sama ramaikan di tempat-tempat penyekatan, ramaikan terobos mereka, pulang jumpai ibumu, jumpai anak mu, jumpai sanak saudara mu, minta keampunan dari Allah, minta kerelaan, minta keridhoan orang tua," ujarnya.

Dia lantas mengajak agar warga menerobos penyekatan yang dijaga petugas. Menurutnya, saat ini telah dikuasai oleh komunis.

"Jangan pernah takut dengan rezim setan iblis, yang sudah dikuasai komunis, mereka bekerja untuk komunis, jaga persatuan, lawan rezim yang dzolim ini, terobos dimana semua tempat-tempat penyekatan, perbatasan-perbatasan, Indondesia milik kita, merdeka Indonesia dengan kalimat takbir Allahuakbar," katanya.

"Kita sudah sangat toleransi tetapi mereka tidak toleransi dengan kita Islam, mereka ingin membungkam islam, ingin membunuh orang islam, ingin hilangkan agama islam, sebelum terlambat, bangkit berjuang, takbir," sambungnya.

Polisi telah menangkap pria yang mengajak masyarakat melakukan mudik. Pelaku ditangkap di Aceh.

"Identitas pria dalam video tersebut adalah Saudara W, diamankan di Aceh," kata Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto kepada wartawan, Senin (10/5/2021).

(dwia/imk)