Kronologi Pemudik Blokade Penyekatan di Karawang hingga Akhirnya Dibuka

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 02:01 WIB
Bekasi -

Ratusan pemudik yang hendak menuju Karawang memblokade jalan karena tak terima dihalau polisi. Karena pemudik semakin menumpuk dan kemacetan panjang terjadi, polisi akhirnya membuka penyekatan.

Kejadian ini terjadi pada Minggu (9/5) malam. Usai dibuka, mereka bersorak sorai. Klakson pun dibunyikan sebagai tanda mereka diperbolehkan melintasi penyekatan.

Berikut kronologi pemudik yang memblokade jalan hingga penyekatan terpaksa dibuka polisi:


Minggu (9/5)
pukul 20.41 WIB: Pemudik blokade jalan

Pemudik hendak terobos sekat di Bekasi-Karawang (Wilda/detikcom)Foto: Pemudik hendak terobos sekat di Bekasi-Karawang (Wilda/detikcom)

Pantauan detikcom, di Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021) pukul 20.41 WIB, kemacetan mulai terjadi.

Jalan arteri ini penuh dengan para pemotor. Mereka yang tidak memiliki KTP Karawang terpaksa harus diputar balikoleh petugas.

"Silakan tunjukkan KTP Karawang, yang tidak akan kami putar balik," ucap petugas di lapangan.

Para pemotor yang tidak terima diputar balik ternyata mencoba membentuk barisan. Mereka memblokade jalan yang seharusnya menuju arah Bekasi. Kemacetan pun terjadi di dua arah, yakni arah Bekasi dana rah Karawang.

Pemudik juga serentak membunyikan klakson sebagai tanda perlawanan.


Pukul 22.47 WIB: Penyekatan dibuka polisi

Penyekatan di Karawang-Bekasi dijebol pemudik (Wilda/detikcom)Foto: Penyekatan di Karawang-Bekasi dijebol pemudik (Wilda/detikcom)

Pemudik yang didominasi kendaraan roda dua itu akhirnya diperbolehkan jalan tanpa ada pemeriksaan apapun. Polisi yang tadinya menyekat dengan barrier plastik oranye akhirnya membuka.

"Terima kasih Pak Kapolres," kata pemotor kepada Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan yang berada di lokasi.

Mereka pun jalan sembari berteriak dan bersahut-sahutan klakson. Bahkan, ada pula dari mereka yang bertepuk tangan.


Pukul 23.00 WIB: pemudik yang sempat dihalau, putar balik ke Karawang

Para pemudik yang berada di jalur Bekasi arah Karawang tancap gas saat polisi membuka sekat. Tak mau kalah, para pemudik yang sudah terlanjur diputar balik pun menerobos dan melawan arus.

Situasi sempat chaos. Para pemotor yang sudah terlanjur diputar balik itu menyelinap ke sela-sela jalan tanpa mengantre.

Sontak hal itu membuat pemotor lainnya marah. Polisi pun langsung menertibkan di lokasi.


Penjelasan polisi soal pembukaan penyekatan

Penyekatan Karawang-Bekasi dibuka polisi, pemudik bersorak sorai (Wilda/detikcomFoto: Penyekatan Karawang-Bekasi dibuka polisi, pemudik bersorak sorai (Wilda/detikcom)

Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan memberikan diskresi untuk meloloskan ratusan pemudik yang tertahan di penyekatan Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Barat. Hendra mengatakan jika keputusan itu tidak diambil, pos penyekatan ini akan timbul kerumunan yang berpotensi penularan virus Corona (COVID-19).

"Ya artinya karena ini terlalu padat dan juga kondisinya tadi tidak terlalu kondusif sehingga secara diskresi saya ambil kebijakan untuk dilepas, kita dengan koordinasi dengan yang lain, ini dinamika supaya juga tidak terlalu berkerumun dan ini juga berpotensi kalau terlalu banyak berkerumun berpotensi jadi penyebaran penyakit," kata Hendra kepada wartawan di Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Barat, Senin (10/5/2021).

"Memang dibuka ini karena sudah terlalu padat, antrean juga sudah hampir 5 km baik antrean motor maupun antrean mobil," imbuhnya.

Hendra memastikan penyekatan akan tetap dilakukan di pos berikutnya. Dia menegaskan kembali, para pemudik tidak akan lolos pada penyekatan selanjutnya.

"Jadi kita buka sementara namun kita koordinasi dengan Karawang, Purwakarta, Subang, Cirebon, daerah penyekatan lain untuk melakukan penyekatan kembali, tidak berarti kita lepas disini, disana tidak disekat ya," kata Hendra.

(isa/isa)