Pria yang Ajak Ramai-ramai Terobos Penyekatan Mudik Ditangkap!

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 00:57 WIB
Banda Aceh -

Polisi menangkap pria yang mengajak masyarakat melakukan mudik. Ajakan pria itu terekam dalam video berdurasi 1 menit 22 detik dan viral di media sosial.

"Identitas pria dalam video tersebut adalah Saudara W, diamankan di Aceh," kata Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto kepada wartawan, Senin (10/5/2021).

Agus menjelaskan awalnya konten video W terjaring Virtual Police. Polisi kemudian meminta pendapat para ahli untuk menganalisis narasi yang diucapkan W.

"Analisis yuridisnya ada, dari pendapat tiga ahli: bahasa, pidana dan sosiolog," kata Agus.

Sementara itu Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi menjelaskan usai video viral itu terpantau Virtual Police, pihaknya langsung merekomendasikan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh untuk menyelidiki. Kalimat-kalimat yang dilontarkan W dalam video diduga berbau ujaran kebencian dan SARA.

"Kasus ini salah satu contoh konten yang terpantau Virtual Police karena diduga bersifat ujaran kebencian dan SARA yang dapat berdampak masif," jelas Slamet.

Seperti diketahui, Virtual Police dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan sasaran akun-akun yang dinilai melakukan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), utamanya konten ujaran kebencian, SARA dan berdampak memecah belah pesatuan. Dalam 100 hari kerja Kapolri, Virtual Police telah menjaring 419 konten di akun media sosial (medsos).

Sebelumnya diberitakan, dalam video yang viral, W tampak duduk di dalam mobil sembari memangku anak kecil. Terlihat juga seorang anak kecil lain di kursi belakang.

"Kepada saudara-saudaraku semua yang sedang mudik di mana pun antum berada, terus mudik. Harus bersama-sama, ramaikan di tempat penyekatan-penyekatan," ujar pria tersebut dari video beredar seperti dilihat pada Minggu (9/5).

"Lawan, terobos mereka, pulang, jumpai orang tua, jumpai ibumu, jumpai ayahmu, jumpai anakmu, jumpai sanak saudaramu. Minta keampunan dari Allah SWT, minta kerelaan, minta keridhoan kedua orang tua. Jangan pernah takut dengan rezim setan iblis yang sudah dikuasai komunis. Mereka bekerja untuk komunis," tambahnya.

Setelah itu, dia berbicara mengenai Indonesia milik rakyat. Dia juga menyampaikan narasi mengenai toleransi dan menyebut 'mereka' ingin membungkam Islam.

"Jaga persatuan, pupuk persatuan, lawan rezim yang zalim ini. Terobos di mana semua tempat-tempat penyekatan, perbatasan-perbatasan. Indonesia milik kita, merdeka Indonesia dengan kalimat takbir. Allahuakbar. Kita sudah sangat toleransi, tetapi mereka tidak toleransi dengan kita, Islam. Mereka ingin membungkam Islam, ingin membunuh orang Islam, ingin menghilangkan agama Islam. Sebelum terlambat, bangkit, berjuang! Takbir, Allahuakbar!" ucap pria itu.

(aud/isa)