detikKultum Gus Miftah: Keajaiban Doa

Rahma Indina Harbani - detikNews
Minggu, 09 Mei 2021 17:15 WIB
Jakarta -

Ada dua risalah besar yang dibuat oleh Allah SWT, yaitu takdir dan doa. Takdir adalah ketentuan atau proposal Allah untuk kita. Sebaliknya, doa adalah proposal kita untuk Allah SWT.

Seringkali Allah bahkan mengubah ketentuan atau proposalnya karena mengijabah doa-doa kita sebagaimana dalam sebuah hadits berbunyi:

لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ

Artinya: "Tidaklah mengubah suatu takdir melainkan doa." (HR. Al Hakim)

Hadits lainnya menyebutkan Rasulullah pernah bersabda tentang keistimewaan doa.

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

Artinya: "Doa adalah kunci ibadah." (HR. Tirmidzi)

Melalui detikKultum detikcom, Minggu (9/5/2021), Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah mengungkapkan adab dalam berdoa.

Salah satunya adalah dengan berdoa dan meminta sepenuh hati dan bersungguh-sungguh.

Lebih lanjut, Gus Miftah juga mengingatkan untuk tidak berputus asa ketika doa-doa kita belum terkabulkan oleh Allah SWT.

Allah mengabulkan doa yang baik menurut Allah di waktu yang tepat pula bagi-Nya.

"Karena sesuatu yang kita anggap baik, belum tentu baik menurut Allah," ujar Gus Miftah.

Bahkan ketika jika nanti doa-doa kita belum terkabul hingga akhir hayat kita, Gus Miftah mengatakan bahwa doa-doa tersebut bisa menjadi tabungan kita di akhirat kelak.

"Berdoalah karena berdoa itu seperti mengayuh sepeda. Cepat atau lambat pasti akan sampai tujuan. Maka teruslah berdoa walaupun doa-doamu belum dikabulkan," tutupnya.

Selengkapnya detikKultum bersama Gus Miftah: Keajaiban Doa DI SINI.

(erd/erd)