Jokowi Pidato Bipang Ambawang, Basarah: Jangan Termakan Provokasi

Abu Ubaidillah - detikNews
Minggu, 09 Mei 2021 12:16 WIB
Ahmad Basarah
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah turut menanggapi pernyataan Presiden Jokowi soal makanan khas Kalbar, bipang Ambawang. Menurutnya Presiden Jokowi menyampaikan dalam konteks mencintai dan mempromosikan produk lokal yang bisa dipesan online.

"Pernyataan Jokowi tersebut diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dalam hal ini, masyarakat Indonesia yang beragam yang terdiri atas berbagai agama, suku, golongan, yang tersebar di berbagai provinsi, kabupaten, juga kota-kota yang tersebar di seluruh Indonesia," kata Ahmad dalam keterangannya, Minggu (9/5/2021).

"Harap dicatat bahwa Presiden Jokowi adalah presiden untuk semua suku bangsa Indonesia sekaligus presiden bagi semua umat beragama yang hidup di negara Pancasila. Mari berpikir lebih luas dan jernih, jangan gampang termakan oleh provokasi yang ingin memecah belah antara pemerintah dengan rakyatnya," lanjutnya.

Menurutnya ia sama sekali tak menilai Jokowi secara khusus tengah mempromosikan bipang Ambawang asal Kalimantan. Hal ini terlihat saat Jokowi juga menyebut sampel kuliner bangsa lainnya, seperti gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomay Bandung, empek-empek Palembang, dan lainnya yang hanya tinggal dipesan online.

"Kita belum tahu persis apa itu makanan bipang Ambawang itu. Ada yang menyebut babi panggang. Namun, Jubir Presiden Fadjroel Rahman menyebut bipang adalah sejenis kue beras dari Kalimantan," jelasnya.

Ia juga mengatakan Jokowi adalah penganut Islam yang baik yang pernah melaksanakan rukun Islam kelima ke Tanah Suci Mekkah. Dalam beberapa kesempatan, Presiden Jokowi juga memimpin salat berjamaah.

"Karena itu saya yakin tidak mungkin sebagai muslim yang baik, Presiden sengaja mengajak umat Islam di Indonesia untuk memakan makanan yang diharamkan umat Islam, jika benar bipang Ambawang adalah babi panggang," lanjutnya.

Ia menyarankan agar seluruh rakyat Indonesia melihat dengan jernih tujuan Jokowi menyampaikan pidato di channel YouTube itu untuk memberi penjelasan tanpa mudik yang tak bisa mereka lakukan dalam Idul Fitri kali ini, mereka tetap bisa menikmati makanan daerah yang biasa mereka konsumsi saat mudik Lebaran.

Larangan mudik dalam arti perjalanan warga masyarakat dari satu daerah ke daerah lain bukan berlaku bagi umat Islam saja, melainkan juga nonmuslim. Sehingga menurut Ahmad warga nonmuslim pun bisa menikmati liburan di rumahnya masing-masing sambil menikmati kuliner karya anak bangsa sendiri dari berbagai daerah di Tanah Air termasuk makanan bipang Ambawang.

Sekretaris Dewan Penasehat Baitul Muslimin Indonesia itu meminta masyarakat tidak meragukan keislaman Presiden Jokowi yang pernah mengeluarkan Keppres Nomor 22 tahun 2015 tentang Hari Santri pada 22 Oktober. Presiden Jokowi juga telah mengeluarkan kebijakan dalam bentuk penguatan ekonomi pesantren melalui Bank Wakaf Mikro yang diresmikan pada Oktober 2017.

Lihat juga Video: Mendag Klarifikasi Pidato Jokowi Promosikan Bipang Ambawang

[Gambas:Video 20detik]



(fhs/ega)