HNW Minta PBB Sanksi Israel soal Kekerasan ke Warga di Al-Aqsa

Nurcholis Maarif - detikNews
Minggu, 09 Mei 2021 10:58 WIB
Hidayat Nur Wahid
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengecam serangan tentara Israel terhadap Masjid Al-Aqsa disertai teror dan kebrutalan terhadap umat Islam yang sedang beribadah tarawih di dalamnya. Ia menyerukan kepada dunia internasional untuk bersama-sama menyelamatkan masjid Al-Aqsa, menghentikan teror Israel, dan memberikan sanksi kepada Israel dengan mengucilkannya secara internasional.

Menurut HNW, peristiwa ini terjadi setelah di awal Ramadhan pihak Israel menyabotase azan di Masjid Al-Aqsa. Kekejaman Israel makin nyata setelah tentara negara tersebut mem-back up para radikalis Yahudi merampas tanah dan rumah warga Palestina di Sheikh Jarrah Jerussalem Timur. Tindakan brutal yang dilakukan berturut-turut itu harus mendapat perhatian dari dunia internasional.

"Tentara Israel telah melakukan teror terbuka terhadap Masjid Al-Aqsa, tempat ibadah umat Islam yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO," ujar dia dalam keterangannya, Minggu (9/5/2021).

"Tindakan ini tak ada bedanya dengan kelompok-kelompok teroris yang menyasar rumah ibadah agama lain. Tapi ini lebih parah karena dilakukan berulang-ulang oleh entitas negara, dan menyalahi berbagai kesepakatan internasional," imbuhnya.

HNW mendesak sejumlah pihak agar lembaga-lembaga internasional yang memperhatikan hak asasi manusia (HAM) dan perdamaian di Timur Tengah, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Liga Arab dan Komunitas HAM internasional, segera bersidang dan mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan masjid Al-Aqsa dan menjatuhkan sanksi atas terorisme Israel.

"Langkah konkret penting segera diambil, karena sangat disesalkan bila dunia internasional hanya diam saja dan membiarkan kejahatan melanggar konvensi PBB dan HAM internasional terus terjadi. Padahal kejahatan Israel ini sangat serius mengancam proposal perdamaian di Timur Tengah," ujarnya.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ini mengingatkan kebrutalan tentara Israel ini menunjukkan upaya Israel melakukan 'normalisasi' hubungan dengan sejumlah negara Arab dan Timur Tengah dengan iming-iming perdamaian hanya sebuah omong kosong.

"Bagaimana perdamaian bisa terjadi sesuai janji Israel dalam setiap proyek 'normalisasi', sedangkan mereka menyerang Masjid Al-Aqsa yang sangat dihormati oleh umat Islam sedunia, apalagi juga dengan menyerang umat yang beribadah di dalamnya?" tukasnya.

"Hubungan antarnegara hanya bisa berlaku normal apabila dilakukan antarnegara yang beradab, bukan dengan negara abnormal yang terus menerus melakukan penjajahan dan aksi terorisme," tambahnya.

HNW berharap gerakan menyelamatkan masjid Al-Aqsa dan menghukum serta menghentikan teror Israel oleh sekelompok aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), seperti gerakan Boycott, Divestment and Sanctions (BDS), dapat di-upgrade ke level yang lebih tinggi dengan melibatkan aturan di setiap negara.

"Sudah selayaknya bila negara teroris semacam ini diberi sanksi dan tidak mendapat tempat di level pergaulan beradab internasional," pungkasnya.

Simak Video: Kecaman Indonesia Atas Aksi Kekerasan Israel ke Warga Palestina

[Gambas:Video 20detik]



(fhs/ega)