Kronologi Pidato Jokowi soal Bipang Ambawang hingga Tuai Kontroversi

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 09 Mei 2021 10:54 WIB
Presiden Jokowi (Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi (Rusman-Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mempromosikan bipang Ambawang khas Ambawang, Kalimantan Barat, menuai perdebatan. Pasalnya, makanan yang berbahan babi ini dipromosikan sebagai oleh-oleh Lebaran.

Pro dan kontra pun menyusul pernyataan Jokowi soal bipang Ambawang itu. Ada yang membela, ada juga yang mengkritiknya.

Berikut runutan polemik bipang Ambawang itu:

Viral di Media Sosial

Perdebatan ini dimulai saat video Jokowi yang mempromosikan bipang Ambawang itu viral di media sosial. Potongan video Jokowi soal bipang Ambawang itu diunggah oleh akun Twitter @BossTemlen. Video itu telah di-retweet ribuan kali. Narasi pada caption video tersebut mempertanyakan mengapa Jokowi mempromosikan bipang Ambawang pada saat Lebaran.

Dalam khazanah kuliner Indonesia, bipang bisa berupa kue beras dan ada pula bipang babi panggang. Namun, narasi yang beredar di media sosial adalah bipang babi panggang.

Berdasarkan penelusuran, video tersebut merupakan potongan video pidato Jokowi yang diunggah di akun YouTube Kementerian Perdagangan pada 5 Mei 2021. Video bertajuk '05.05 Hari Bangga Buatan Indonesia' itu berisi acara peringatan bangga dengan produk lokal.

Jokowi awalnya mengingatkan bahwa saat ini pemerintah melarang mudik Lebaran demi keselamatan warga. Dia lantas mengimbau warga memesan kuliner khas daerah secara daring. Salah satu yang dia sebut ialah bipang Ambawang, yang merupakan babi panggang khas Kalimantan Barat.

"Untuk Bapak/Ibu dan Saudara-saudara yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasanya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online. Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomay Bandung, pempek Palembang, bipang Ambawang dari Kalimantan, dan lain-lainnya, tinggal pesan. Dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah," ujar Jokowi.

Kritik ke Jokowi

Kritik ke Jokowi yang mempromosikan bipang Ambawang pun mengemuka. PKS hingga Partai Gerindra menyayangkan pernyataan Jokowi itu.

PKS heran atas anjuran Jokowi dalam pidatonya tersebut. Bahkan PKS menduga Jokowi sedang galau.

"Masa dia nggak tahu kalau bipang itu babi panggang, padahal ini kan hari raya umat Islam. Tentunya yang berhak pertama kali merayakan umat Islam, kan Islam melarang makanan yang haram, seperti babi, masa beliau menganjurkan order makanan babi," kata Ketua DPP PKS Bukhori Yusuf saat dihubungi, Sabtu (8/5/2021).

Sementara itu, Wasekjen Gerindra Kawendra Lukistian menyayangkan video pidato Presiden Jokowi tersebut. Kawendra pun meminta tim komunikasi Presiden dievaluasi.

"Saya sangat menyayangkan sekali, dalam konteks ucapan Lebaran, imbauan jangan mudik dan oleh-oleh khas Lebaran. Presiden malah menyebutkan makanan yang tidak related dengan kebiasaan umat Islam, bipang Ambawang," kata Kawendra, dalam keterangannya, Sabtu (8/5/2021).

Pembelaan untuk Jokowi

Pembelaan kemudian datang untuk Jokowi. Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman kemudian sempat menjelaskan soal 'bipang' yang dimaksud Jokowi.

Dilihat dari akun Instagram resminya, @fadjroelrachman, Sabtu (8/4/2021), terlihat foto bipang yang diunggah Fadjroel. Foto tersebut menampilkan Bipang Jangkar Kwee Ik Sam Pasuruan.

"Ini BIPANG atau JIPANG dari beras. Makanan kesukaan saya sejak kecil hingga sekarang. BIPANG atau JIPANG dari beras inilah yang dimaksud Presiden @jokowi Terimakasih," tulis Fadjroel seperti dilihat detikcom, pukul 12.23 WIB.

Fadjroel kemudian mengubah narasi dalam akun Instagram-nya. Dilihat pukul 12.51 WIB, dia hanya menyebut bipang masih hit sampai sekarang.

Pembelaan kemudian datang juga dari Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin. Ngabalin mengaku heran apa yang salah dengan pidato tersebut.

"Beliau kan Presiden Indonesia, kalau kemudian memperkenalkan umpama kayak bipang terus apanya yang salah? Itu kan Presiden Indonesia, presiden dari seluruh rakyat Indonesia dari orang Katolik, Protestan, Hindu, Buddha Konghucu, aliran kepercayaan lain, memang kalau bipang itu khas lokal Kalimantan, tapi kan bukan untuk orang Islam itu makanan, itu kan produk lokal, terus di mana salahnya, kok jadi ribut," kata Ngabalin, kepada wartawan, Sabtu (8/5/2021).

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2