Oknum Polisi di Sumsel Diduga Pungli Bermodus Izin Melintas Pemudik

M Syahbana - detikNews
Sabtu, 08 Mei 2021 19:15 WIB
Sekitar 500 kendaraan sudah diputar balik aparat karena tidak dilengkapi dengan surat-surat bukti rapid test antigen dan berdomisili di luar daerah Palembang. (Prima S/detikcom)
Ilustrasi pos penyekatan mudik di Palembang. (Prima S/detikcom)
Palembang -

Oknum polisi di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), diduga melakukan pungutan liar atau pungli. Aksi pungli itu diduga bermodus izin melintas bagi para pemudik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, Sabtu (8/5/2021), pungli itu diduga terjadi di pos penyekatan di Kertapati tepatnya perbatasan Palembang-Ogan Ilir. Pemudik disebut dimintai uang oleh oknum polisi Aipda J, yang bertugas di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Palembang.

Uang itu diduga dikutip dengan iming-iming izin melintas bagi pemudik yang hendak ke luar kota. Aipda J sudah diperiksa terkait dugaan pungli tersebut.

"Iya, kejadian beberapa waktu lalu, siang hari. Kemarin sudah diingatkan langsung, sudah diperiksa juga di Paminal," kata Kasat Lantas Polrestabes Palembang Kompol Endro Ariwibowo.

Dia mengatakan Aipda J terancam sanksi jika terbukti bersalah. Sanksi bisa berupa mutasi.

"Apabila terbukti bersalah, sanksinya bisa sampai dimutasi, tergantung keputusan atasan," katanya.

Endro menyebut pihaknya tidak memberi toleransi terhadap pelanggaran internal. Sanksi tegas bakal diberikan agar memberi efek jera.

"Iya, biar jadi percontohan buat anggota yang lain agar tidak melakukan hal-hal yang tidak semestinya dilakukan. Sementara ini, surat mutasi petugas tersebut belum kita terima dari atasan," tuturnya.

Sebelumnya, Kapolsek Kertapati AKP Irwan Sidik mengatakan sempat terjadi keributan di lokasi pada Kamis (6/5). Hal itu karena pemudik dilarang melintas.

"Keributan itu benar, tapi bukan pungli. Hanya, penumpang mobil tersebut marah-marah karena mobilnya BN asal dari Bangka Belitung disetop, (diduga pemudik) melintas di pos penyekatan," ujar Irwan.

Dia mengatakan petugas sempat adu mulut dengan pengendara yang diduga pemudik. Dia juga menyebut Paminal Polrestabes Palembang turun tangan melakukan pemeriksaan.

"Sempat terjadi adu mulut, tapi sudah kita selesaikan. Ada salah paham saja antara korban dan petugas. Sampai sekarang petugas itu sudah diminta keterangan oleh Paminal Polrestabes Palembang terkait adanya insiden tersebut," katanya.

(haf/haf)