Sepak Terjang Novel Baswedan Tangani Kasus Korupsi Level Menteri

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 08 Mei 2021 16:42 WIB
Penyidik KPK Novel Baswedan memenuhi panggilan Komisi Kejaksaan (Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Penyidik KPK Novel Baswedan (Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Jakarta -

Mantan Ketua KPK Abraham Samad mengatakan operasi tangkap tangan (OTT) level menteri tak akan ada lagi jika penyidik senior KPK Novel Baswedan dan kawan-kawan disingkirkan. Novel dikenal sebagai penyidik KPK yang terlibat dalam OTT level menteri.

Sebagaimana diketahui, Novel Baswedan mengaku mendengar kabar dirinya dan sejumlah pegawai tidak diloloskan dalam seleksi alih status sebagai aparatur sipil negara (ASN). Disebutkan nama-nama pegawai tersebut sangat tidak layak jika tidak lolos dalam seleksi itu.

"Cuma itulah, aku paham, tapi nanti, begitu disampaikan itu benar, baru bisa dikonfirmasi kan. Tapi rasanya kayak begitu sih," kata Novel, Selasa (4/5/2021).

"Mau dikaitkan dengan kemampuan akademis, mereka hebat-hebat. Mau dikaitkan dengan nasionalisme, mereka orang-orang yang selama ini bela negaranya kuat, antikorupsinya kuat, integritasnya bagus-bagus, radikalisme nggak nyambung karena heterogen," paparnya.

Novel Baswedan mengawali kariernya di KPK sejak 2014. Ia diangkat sebagai penyidik KPK dan ikut berperan penting dalam sejumlah kasus besar hingga saat ini. Beberapa kasus besar pernah ia tangani. Seperti kasus proyek simulator SIM, korupsi wisma atlet, korupsi e-KTP, kasus suap eks Sekretaris MA Nurhadi, hingga kasus suap eks Ketua MK Akil Mochtar.

Selain itu, Novel terlibat dalam OTT 'kelas menteri'. Dia ikut dalam OTT KPK terhadap dua menteri, yakni Edhy Prabowo dan Juliari P Batubara. Novel mengatakan tidak ada kepentingan apa pun dalam OTT itu.

"Tentunya tidak semua hal bisa saya jelaskan dan tidak semuanya bisa saya sampaikan ke publik ya. Tapi, terlepas dari itu semua, seharusnya, ketika menangani suatu perkara itu, tidak ada interest, tidak ada kepentingan apa pun," kata Novel dalam sebuah diskusi daring, Kamis (10/12/2020).

"Kita hanya melihat dari kepentingan penegakan hukum dan dilakukan dengan objektif dan profesional," imbuh Novel.

Maka dari itu, Novel Baswedan termasuk salah satu penyidik andalan KPK.

Selanjutnya
Halaman
1 2