Perkenalkan! Ini Kakek Pembuat Rumah Bawah Tanah Bermodal Cangkul di Sulsel

Zulkipli Natsir - detikNews
Sabtu, 08 Mei 2021 15:18 WIB

Hanya Menggunakan Cangkul

Pekerjaan berat itu dilakukan hanya menggunakan cangkul kecil dan linggis. Peralatan itu dipakai untuk menggali. Selain itu, dia juga menggunakan palu kayu untuk memukul-mukul dan memadatkan bagian tanah.

"Saya belum pernah membeli bahan apapun untuk membuat bangunan ini. Namun jika mau dihitung biayanya selama hampir 2 tahun ini, saya menggunakan uang sekitar Rp 1,5 juta buat belanja makan dan minum sehari-hari," ujarnya.

"Saya pernah jual kebun untuk membayar kredit di Bank dan sisanya itulah yang saya pakai selama ini untuk belanja-belanja makan dan minum sehari-hari. Keluarga saya yang urus itu, dia kerja di Kantor Desa," tambah Zainuddin.

Hingga saat ini kakek Zainuddin mengaku masih memerlukan biaya untuk melanjutkan pekerjaannya ini. Dia sempat berpikir untuk menjual sapi, namun diurungkannya.

"Kalau untuk kecil-kecilan, butuh biaya sekitar Rp 50 juta buat beli semen dan besi supaya kokoh. Sempat mau jual sapi kemarin, tapi saya hitung-hitung rugi dan tidak cukup," ucap Zainuddin.

Total luas lahan dari rumah kakek Zainuddin ini sekitar 20×24 meter. Rumah panggung semi permanen yang kini ditinggali telah direnovasi setelah mendapat bantuan bedah rumah.

Sementara, ruang bawah tanah yang disebut sebagai rumah bawah tanah berada di lahan belakang rumah. Bangunan bawah tanah ini memiliki kedalaman sekitar 5-6 meter dari atas permukaan tanah.

Bagian tepi sisi lubang ke bawah dihiasi berbagai macam jenis bunga. Zainuddin mengatakan dirinya tak membuat konsep ruang-ruang seperti kamar ataupun ruang tamu karena menyesuaikan kekuatan tanah agar tidak roboh.

"Saya bekerja mengikuti perasaan. Saya juga ikuti bagaimana maunya model tanah ini. Jika di bagian tanah itu ada yang saya anggap tidak kuat, saya hentikan di situ dan cari tempat lain. Tapi mungkin suatu saat nanti saya bikin kayak kamar, tapi saya harus perhitungkan kekuatannya. Saya masih punya rumah untuk saya tinggali," ucapnya.

Halaman

(haf/haf)