Perkenalkan! Ini Kakek Pembuat Rumah Bawah Tanah Bermodal Cangkul di Sulsel

Zulkipli Natsir - detikNews
Sabtu, 08 Mei 2021 15:18 WIB
Bone -

Kakek Zainuddin (53) viral gara-gara membuat rumah bawah tanah bermodal cangkul selama kurang lebih 2 tahun. Sebenarnya, apa alasan Zainuddin membuat rumah bawah tanah tersebut?

Zainuddin sedang menginjak-injak tanah di atas bangunan rumah bawah tanah yang dikerjakannya ketika detikcom datang ke kediamannya di Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Zainuddin mengatakan hal itu dilakukannya agar tanah tersebut tetap padat setelah diguyur hujan.

Dia kemudian menceritakan awal mula munculnya ide membuat rumah bawah tanah tersebut. Zainuddin mengaku galian tersebut dibuat karena dirinya ingin membangun sumur.

"Awalnya saya minta tukang air untuk bikin sumur. Tapi uang saya tidak cukup untuk ongkos kerjanya. Jadi saya urungkan niat dan kemudian menggali sendiri sumurnya," ucap Zainuddin.

Karena hanya bekerja sendiri, dia membuat jalanan di sisi lubang agar bisa mengangkut tanah galian ke atas. Setelah sumur selesai, dia kemudian memiliki ide membuat lorong-lorong di bawah tanah.

Dia mengaku memulai pekerjaan itu pada September 2019. Pengalaman menjadi buruh dan penjaga taman di Malaysia disebutnya menjadi modal membangun ruang bawah tanah.

Kakek di Sulawesi Selatan membangun rumah bawah tanah menggunakan cangkul selama 2 tahunKakek di Sulawesi Selatan membangun rumah bawah tanah menggunakan cangkul selama 2 tahun Foto: Zulkipli Natsir/detikcom

"Hati dan pikiran saya juga merasa tenang ketika mengerjakan ini, karena saya juga sudah tidak punya pekerjaan lain setelah kebun saya jual. Saya hanya punya 3 ekor sapi yang saya rawat dan setelah saya kasih makan sapi, saya lanjut kerja di sini lagi," ujarnya.

Zainudddin berharap rumah bawah tanah itu bisa menjadi tempat wisata di kampungnya. Dia juga telah menyiapkan ruang jika ada tamu dari jauh yang hendak menginap.

"Saya kadang kerjakan hingga larut malam menggunakan lampu ini. Harapan saya ini bisa menghasilkan uang suatu saat nanti ketika jadi tempat wisata. Saya juga sudah siapkan kolom-kolom di bawah rumah yang nanti mau saya jadikan kamar jika ada pengunjung dari jauh dan mau menginap di sini," tuturnya.

Kerap Dianggap Tak Waras

Zainuddin mengatakan banyak warga yang menganggap dirinya tak waras gara-gara mengerjakan rumah bawah tanah tersebut. Apalagi, katanya, rumah bawah tanah itu dibuat tanpa izin atau bantuan siapapun termasuk pemerintah setempat.

"Saya pernah dengar dari telinga sendiri saat pergi berbelanja. Ada tetangga yang melarang anaknya mendekat, dia anggap saya orang gila. Yah mungkin saat itu juga pakaian yang saya gunakan robek-robek kayak begini, karena saya habis kerja," cerita Zainuddin sambil tertawa.

Meski demikian dia menargetkan semua lorong di bawah tersebut tuntas 2 tahun lagi. Menurutnya, proses yang lama dibutuhkan agar bangunan rumah bawah tanah itu aman bagi pengunjung. Dia pun berharap ada bantuan modal.

"Yang saya kerja ini belum seberapa. Masih banyak yang mau ditata. Kalau untuk kekuatan bangunan, saya juga telah perhitungkan. Di sini juga saya banyak belajar mengenai struktur dan jenis tanah dan kalau jenis tanah di sini maksimal hanya bisa digali sedalam 8 meter. Untuk kekuatannya ini, saya butuh dana untuk beli semen dan besi yang saya taruh di beberapa titik supaya kokoh," ujar Zainuddin sambil memperlihatkan struktur jenis tanah di hadapannya.