Kasus COVID-19 Dunia Tembus 157 Juta, Menlu Serukan Kesetaraan Vaksin

Angga Laraspati - detikNews
Sabtu, 08 Mei 2021 14:35 WIB
Retno Marsudi
Foto: kpcpen
Jakarta -

Berdasarkan laporan WHO, kasus global COVID-19 selama 2 minggu terakhir mencapai lebih dari 5,7 juta kasus baru per minggunya. Saat ini, jumlah kasus positif dunia sudah melebihi 157 juta kasus dengan angka kematian lebih dari 3,2 juta orang.

Karenanya, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan sejak awal pandemi, Indonesia terus menyuarakan akses vaksin yang setara bagi semua. Saat ini, terdapat pembahasan Vaccine Patent Waiver untuk mendorong kapasitas produksi dunia terhadap vaksin. Hal tersebut merupakan salah satu upaya kolaborasi dunia untuk meratakan jalan bagi akses vaksin untuk semua.

"Pada 17 Mei nanti, bersama Menteri Kesehatan Ethiopia, Menteri Pembangunan Internasional Kanada, saya akan memimpin Pertemuan COVAX AMC Engagement Group, untuk membahas situasi terkini upaya pemenuhan vaksin setara bagi semua negara", kata Retno dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/5/2021).

Kawasan Asia Tenggara, yang berdasarkan terminologi WHO mencakup India, Indonesia, Nepal, Bangladesh, Sri Lanka, Thailand, Maldives, Timor Leste, Myanmar dan Bhutan, mengalami kenaikan kasus tertinggi, yaitu sebesar 19%, terutama di India. Dengan kenaikan ini, tercatat sebanyak 47% kasus baru dunia berada di Asia Tenggara selama kurun waktu satu minggu sampai 2 Mei 2021.

Dengan situasi tersebut, Retno yang juga Co-Chair COVAX Advance Market Commitment (AMC) Engagement Group menekankan hal tersebut dijadikan pengingat bahwa penyebaran virus COVID-19 masih terjadi di mana-mana.

"Setiap dari kita dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk mencegah peningkatan penyebaran virus COVID-19, yaitu dengan terus mematuhi protokol kesehatan, bukan saja untuk melindungi kita sendiri, namun juga melindungi orang-orang sekitar yang kita cintai," tutur Retno.

Saat ini, Indonesia kembali menerima 1.389.600 juta dosis vaksin dari COVAX Facility hari ini Sabtu (8/5) pagi yang merupakan kedatangan vaksin COVID-19 tahap ke-12 menyusul kedatangan vaksin Sinopharm 1 minggu sebelumnya. Dengan ketibaan ini, maka telah terdapat 6.410.500 juta dosis vaksin dari COVAX Facility di Indonesia.

Vaksin produksi AstraZeneca ini dibawa menggunakan pesawat angkut Qatar Airlines yang dikemas dalam 13.896 karton kecil dan kemudian dikemas ke dalam 10 (sepuluh) wooden pallet ukuran masing masing 157 cm x 120 cm x 157 cm dengan estimasi berat keseluruhan kargo: 5.286,7 Kg & volume: 29,579 CBM.

Retno Marsudi menyampaikan hingga saat ini, pemerintah Indonesia telah mengamankan vaksin sejumlah 75.910.500 juta dosis vaksin yang telah diamankan oleh Indonesia. Adapun rincian dosis vaksin yaitu Sinovac (68.500.000 dosis), AstraZeneca COVAX (6.410.500 dosis) dan Sinopharm (1 juta dosis).

Retno juga menyampaikan Indonesia sangat mengapresiasi dukungan GAVI, WHO, CEPI, dan melalui kemitraan dengan UNICEF, COVAX Facility yang terus berupaya untuk memenuhi komitmen dan kebutuhan kesetaraan akses vaksin bagi semua negara.

(mul/mpr)