WN China Masuk RI Tuai Kritik, Ini Saran Andre Rosiade

Mega Putra Ratya - detikNews
Sabtu, 08 Mei 2021 12:51 WIB
Andre Rosiade
Foto: Istimewa
Jakarta -

Kedatangan WNA China saat larangan mudik 2 tahun berturut-turut menuai kritik dari publik. Anggota DPR Fraksi Gerindra Andre Rosiade memberi masukan kepada Pemerintah.

"Saya kira Pemerintah perlu memperhatikan momentum. Jika saat ini rakyat dilarang mudik sementara kabar WN China masuk RI berhembus kencang, saya kira rasa keadilan masyarakat akan terusik. Ini kan kejadian persis seperti tahun lalu, ada larangan mudik tapi WN China dibolehkan masuk," kata Andre kepada wartawan, Sabtu (8/5/2021),

Andre ingat betul kejadian serupa terjadi menjelang momentum mudik Lebaran tahun lalu. Dia menyayangkan Pemerintah tak belajar dari derasnya kritik tahun lalu.

"Seharusnya kan bisa digeser waktu kedatangan WN China, yang katanya para pekerja. Apa salahnya ditunda satu atau dua minggu setelah larangan mudik. Kalau seperti sekarang ini kan benar-benar mengusik rasa keadilan," ujar Wakil Rakyat asal Sumatera Barat ini.

Dia meminta Pemerintah mengambil sikap soal ramainya kritik kedatangan para WN China ini. Penjelasan memang sudah dilontarkan, namun respons dengan kebijakan juga perlu diambil.

"Saya menyarankan dimoratorium dulu kedatangan WNA saat rakyat dilarang mudik," ujar Andre.

Seperti diketahui, Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Benget Saragih mengungkap sejauh ini, ada dua warga negara China yang positif Corona masuk RI, dari total 85 WN China.

"Data kedatangan dari China menggunakan beberapa penerbangan dengan waktu kedatangan yang berbeda. Dari keseluruhan yang sudah dilakukan swab pertama, terdapat dua orang positif tanpa gejala," jelas Benget, Jumat (7/4/2021).

Kedua warga negara China tersebut kini tengah menjalani isolasi di salah satu hotel DKI Jakarta. Sampel keduanya juga langsung diambil untuk kemudian mengetahui apakah membawa varian baru Corona Inggris, Afrika Selatan, atau Corona India mutan ganda.

(ega/mpr)