Round-Up

Kisah Rumah Bawah Tanah Pelipur Pilu Kakek Zainuddin Berakhir Sudah

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 20:56 WIB
Jakarta -

Kakek Zainudin di Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), membangun rumah bawah tahan dengan cangkul seadanya selama dua tahun. Namun cerita rumah itu harus berakhir.

Zainuddin viral di media sosial karena dengan alat seadanya seperti cangkul dan sekop, dia membuat rumah di bawah tanah. Dalam video viral, tampak seorang anak kecil yang berjalan turun di sebuah tangga menuju ruang bawah tanah. Tangga tersebut tercipta dari bekas galian Zainuddin.

Selepas menuruni tangga, anak kecil tersebut menunjuk sebuah pintu bawah tanah yang juga tercipta karena bekas galian Zainuddin.

Dalam rumah bawah tanah itu, tampak sejumlah lorong dan ruangan dari balik pintu bawah tanah. Terlihat sejumlah ruangan di bawah tanah itu sudah diberi tikar alami dari rumput.

Rumah di bawah tanah kakek di Bone, Sulsel.Rumah di bawah tanah kakek di Bone, Sulsel. (Dok. Istimewa)

Cerita Pilu Kakek Zainuddin

Zainuddin diketahui tinggal seorang diri di rumah di Desa Awang Cenrana, Kecamatan Cenrana, Bone. Dia telah dua kali cerai, dan anaknya pergi meninggalkannya.

"Tidak ada mi (istrinya), ada anaknya satu tapi tidak tau ke mana," ujar Camat Cenrana, Amir Kadir, saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (6/5/2021) lalu.

Amir Kadir sempat mendalami sosok Zainuddin yang tinggal seorang diri di rumahnya. Kepada Amir, Zainuddin bercerita sempat bekerja di Malaysia.

"Dia bilang, 'saya ini mantan tukang di Malaysia, terus hidup sendiri di rumah', dia ditinggalkan. Emang dia punya hobi (menggali rumah) di samping memang dia dulu tukang batu di Malaysia," katanya.

Kemudian, Kepala Desa Awang Cenrana Abdul Hamid menyebut Zainuddin memiliki penyakit yang membuat kejiwaannya sedikit terganggu. "Bapak (Zainuddin) itu ada riwayat hidupnya memang tidak normal. Artinya, orang tidak sehat. Dia memang beberapa kali masuk di ahli saraf," kata Abdul, saat dihubungi, Kamis (6/5).

Meski Zainuddin disebut memiliki gangguan kejiwaan, dia tetap normal saat diajak berkomunikasi.

"Kalau kita ngobrol dia agak sehat-sehat, tapi berprilaku sehari-harinya itu ya dia kayak tidak sehat. Memang ada juga yang bilang, daripada dia keluar jalan (mending buat rumah bawah tanah), biasanya dia kalau tidak ada kerjanya sering keluar," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2