Sudah Tampung Seribu Jenazah, Pemakaman COVID-19 di Gowa Sulsel Penuh

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 14:28 WIB
Peziarah berdoa di makam keluarganya saat melakukan ziarah kubur di pemakaman khusus COVID-19, Macanda, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (11/4/2021). Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan ziarah kubur merupakan tradisi umat Islam untuk mendokan keluarga dan kerabat mereka yang telah wafat. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/hp.
Pemakaman COVID-19 di Macanda, Kabupaten Gowa, Sulsel (ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHE).
Gowa -

Pemakaman khusus jenazah pasien positif virus Corona (COVID-19) di wilayah Macanda, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), sudah penuh. Ada 1.000 lebih jenazah yang dikebumikan di pemakaman tersebut.

"Sudah penuh, sekarang sudah lebih dari seribu jenazah. Saya lihat sudah terbatas dan syarat pemakaman kan 100-150 meter dari permukiman. Saya lihat sudah di pinggir jalan sudah kelihatan nisannya," kata jubir Satgas COVID-19 Kabupaten Gowa dr Gaffar saat dimintai konfirmasi, Jumat (7/5/2021).

Gaffar mengungkapkan pihaknya memang belum mengeluarkan informasi secara resmi soal lahan untuk pemakaman COVID-19 yang sudah penuh. Tapi, sudah ada kebijakan dari Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang membolehkan jenazah COVID-19 dimakamkan di pemakaman lain.

Kebijakan itu bisa dilaksanakan asal mengikuti prosedur yang telah ditetapkan, seperti harus berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 dan mendapatkan rekomendasi dari pemerintah setempat.

"Bisa dimungkinkan, jenazah itu dibawa selain di Macanda asalkan bekerja sama dengan Satgas kabupaten/kota. Jadi, walaupun Macanda penuh, itu masih memungkinkan dimakamkan di luar Macanda. Cuma belum tersosialisasi dengan baik," ucapnya.

Pemakaman khusus COVID-19 di Gowa dikelola secara bersama-sama oleh Pemprov Sulsel dan juga Pemkab Gowa. Pemprov Sulsel memiliki kewajiban untuk mencari lahan baru pengganti Macanda. Gaffar juga tidak yakin jenazah yang masuk ke Macanda akan ditumpuk untuk menyiasati keterbatasan lahan.

"Setahu saya masih satu-satu. Satgas Provinsi sudah mencari alternatif, dimana mereka dimakamkan. Harus dicari lahan baru dan sepertinya sudah disiapkan untuk antisipasi gelombang kedua yang ditakutkan. Mudah-mudahan tidak terjadi," paparnya.

(tfq/nvl)