Polri Halau 23 Ribu Kendaraan Pemudik, 75 Travel Gelap Ditindak

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 14:26 WIB
Kebijakan larangan mudik lebaran 2021 resmi dimulai hari ini. Polda Metro Jaya pun melakukan penyekatan di sejumlah titik, salah satunya di Gerbang Tol Bekasi Barat.
Polda Metro Jaya pun melakukan penyekatan di sejumlah titik. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Larangan mudik Lebaran 2021 sudah berjalan sejak kemarin hingga 17 Mei mendatang. Sebanyak 23 ribu kendaraan diputarbalikkan dan dilakukan penindakan terhadap puluhan kendaraan travel gelap.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan jumlah kendaraan dari Jakarta yang keluar menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur berhasil ditekan. Argo menyebut jumlah kendaraan menurun 53 persen dibanding hari biasa.

"Di gerbang Tol Cikampek Utama hanya 8.732 kendaraan, situasi normal jumlahnya 19.338 kendaraan. Adanya penyekatan turun 53 persen," ujar Argo melalui keterangan tertulis, Jumat (7/5/2021).

Selain itu, ada 10.629 kendaraan yang mengarah ke Jawa Barat melalui gerbang tol Kalihurip Utama. Jumlah tersebut turun 46 persen dari situasi normal yang bisa mencapai 19.827 kendaraan per hari.

Tidak hanya kendaraan yang mengarah ke Jawa, Argo menyebut jumlah kendaraan menuju Pulau Sumatera juga menurun. Ada 12.044 kendaraan yang keluar dari gerbang tol Cikupa yang mengarah ke Merak untuk menyeberang ke Sumatera, hanya turun 19 persen dibanding hari biasanya.

"Normalnya 14.853 kendaraan, turun 19 persen," tuturnya.

Sementara itu operasi razia penyekatan larangan mudik juga terus dilakukan. Pada larangan mudik hari pertama, kepolisian telah memutarbalikkan 12.267 pengendara mobil, 7.352 motor, 2.148 mobil berpenumpang, dan 1.768 kendaraan barang.

Dengan demikian total di hari pertama penyekatan ada 23.573 kendaraan yang dihalau. Argo mengungkapkan penindakan terhadap 75 travel gelap dalam penyekatan itu.

"Penindakan pelanggaran travel gelap sebanyak 75 unit," tutup Argo.

Diketahui, masyarakat dilarang mudik pada 6-17 Mei 2021. Polri menyiapkan 381 titik pos penyekatan yang tersebar dari Sumatera Selatan hingga Bali.

(idn/idn)