Daftar Wilayah Aglomerasi Jawa Barat, Daerahmu Termasuk?

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 13:05 WIB
Polisi melakukan penyekatan di jalur tikus di Bekasi menuju Karawang. Pada hari kedua larangan mudik ini, puluhan kendaraan diputar balik polisi.
Ilustrasi penyekatan mudik Jawa Barat (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Warga yang berada di wilayah aglomerasi Jawa Barat dilarang untuk melakukan mudik lokal sejak 6-17 Mei 2021. Namun untuk mobilitas warga antar daerah masih diizinkan.

Satgas COVID-19 Jawa Barat menegaskan mudik, pulang kampung atau istilah sejenisnya tidak diizinkan. Pihaknya khawatir ada peningkatan infeksi virus COVID-19 jika terjadi interaksi saat momen mudik lebaran berlangsung.

"Dalam aturannya mobilitas di dalam wilayah aglomerasi masih diperbolehkan. Intinya kalau masih ada istilah mudik, khawatir terjadi kerumunan," ujar Ketua Harian Satgas COVID-19 Jabar Daud Achmad saat dihubungi wartawan, Selasa (4/5/2021).

Daftar Wilayah Aglomerasi Jawa Barat

Wilayah aglomerasi Jawa Barat terbagi menjadi dua, yakni:

1. Bandung Raya, termasuk Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat
2. Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi.

Aktivitas di wilayah aglomerasi masih diizinkan namun harus melengkapi dokumen kesehatan saat perjalanan.

"Pokoknya aglomerasi ada tanda misal secara umum kendaraan letter D, walaupun bisa saja orang luar itu punya (pelat) D walaupun persentase kecil. Secara umum leter D bisa bermobilitas di aglomerasi dengan catatan harus menunggu dokumen perjalanan dan kesehatan, wajib," ujar Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Rabu (5/5/2021).

Pemeriksaan Dilakukan

Meski begitu, kendaraan-kendaraan yang bepergian di dalam wilayah aglomerasi Jawa Barat akan tetap diperiksa di titik-titik penyekatan.

"Aglomerasi diperiksa, kita tidak tahu (pelat) D itu dari mana jangan dikira (pelat) D langsung jalan. Diperiksa juga apakah orang itu sehat atau tidak, kalau tidak bisa menunjukkan sehat bisa saja diputar balik. Dokumen perjalanan dan kesehatan berlaku semua. Prinsip dasarnya di aglomerasi bisa mobilitas. Orang di luar (aglomerasi) sudah dilarang," tutur Ema.

Senada dengan Ema, Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya mengatakan kendaraan dari wilayah aglomerasi Jawa Barat masih boleh dan nantinya akan dipasang stiker khusus.

"Tidak apa-apa. Nanti kan ada stikernya. Untuk teknisnya nanti disampaikan. Ada stikernya, ini akan kita sampaikan karena masih akan kita rapatkan," ujarnya.

(izt/imk)