Hidayat Nur Wahid Minta Umat Islam Segera Bayar Zakat Fitrah

Abu Ubaidillah - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 10:49 WIB
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengimbau umat Islam segera menunaikan zakat mal dan fitrah. Menurutnya menyegerakan zakat adalah bentuk ketaatan pada agama dan modal solidaritas sosial di tengah pandemi.

HNW, sapaan akrabnya, juga meminta Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di tingkat nasional dan daerah untuk meningkatkan efektivitas pengumpulan serta penyaluran zakat. Apalagi pandemi masih terjadi di bulan Ramadhan dan berdampak pada sisi sosial serta ekonomi umat.

Dengan demikian, menurutnya zakat bisa menjadi instrumen penting dalam pemerataan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana semangat Pancasila. Selain itu membuktikan Islam dan umatnya diajarkan untuk menghadirkan kesalehan sosial dan menjadi solusi atas masalah yang ada. HNW juga mendesak BAZ dan LAZ untuk meningkatkan kerja sama dan koordinasi.

"Pengelolaan zakat yang optimal dalam UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan menanggulangi kemiskinan. Dan umat Islam di Indonesia termasuk yang terdampak akibat COVID-19. Bulan Ramadan tahun ini penting dijadikan momentum yang baik untuk memaksimalkan upaya pengumpulan dan pendistribusian zakat dalam semangat tersebut," kata HNW dalam keterangannya, Jumat (7/5/2021).

Ia menjelaskan pengumpulan zakat nasional Indonesia masih jauh dari potensi yang ada. Berdasarkan data Baznas, potensi zakat Indonesia mencapai Rp 233,8 triliun dan pengumpulannya pada tahun 2019 baru mencapai Rp 10,22 triliun. Selain masalah literasi zakat di tengah masyarakat yang masih rendah berdasar penelitian Bank Indonesia tahun 2018, juga faktor internal dan sistem pengelolaan zakat nasional yang belum mampu memaksimalkan pengumpulan zakat sesuai potensinya.

Selain itu juga belum maksimalnya pemenuhan legalitas bagi LAZ yang sudah dipercaya oleh umat. Oleh karena itu, HNW mendesak semua pemangku kepentingan (BAZNAS & LAZ) untuk mengesampingkan ego sektoral dan mengedepankan musyawarah berkelanjutan untuk menyepakati solusi optimalisasi pengumpulan zakat dan manfaatnya bagi umat dan bangsa, apalagi di era pandemi ini.

Ia juga mengingatkan pengumpulan dan penyaluran zakat di masa pandemi agar tetap memperhatikan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan. Sekalipun data dari Satgas COVID-19 grafik penularannya sudah relatif menurun, namun masih berkisar di angka 5.000 kasus per hari.

Apalagi menurutnya kondisi pascamudik Lebaran dengan adanya 3 varian virus dari Inggris, India, dan Afsel yang sudah masuk Indonesia. Lalu kasus tsunami COVID-19 di India yang mencatatkan hingga 400 ribu kasus baru dalam sehari akibat kelalaian masyarakat terhadap protokol kesehatan harus menjadi perhatian serius. Karenanya ia mengimbau panitia dan amil zakat agar meningkatkan kewaspadaan dan pengetatan protokol kesehatan dengan menghindarkan kerumunan saat pembagian, dan tetap memperhatikan kemudahan dan keselamatan muzaki dalam menyalurkan zakatnya dan mustahik dalam menerima haknya.

"Dengan kerja sama yang baik antara BAZ dan LAZ, serta penerapan protokol kesehatan yang maksimal dalam pengumpulan dan pendistribusian zakat, saya yakin bulan Ramadhan akan bisa menjadi momentum untuk semakin mengejar potensi pengumpulan zakat nasional, dan agar manfaat zakat bisa semakin dirasakan oleh bangsa dan umat yang masih dirundung susah akibat COVID-19," pungkas HNW.

Lihat juga video 'Momen Jokowi-Ma'ruf Beserta Para Menteri Bayar Zakat':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)